Sidrap, Katasulsel.com — Biasanya orang datang ke fasilitas kesehatan setelah sakit.
Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin justru datang sebelum warga sakit.
Mereka datang membawa misi pencegahan.
Misi edukasi.
Misi membangun kesadaran bahwa kesehatan tidak dimulai di rumah sakit, melainkan dari rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.
Rabu (15/7/2026), Aula Kantor Desa Alesalewo, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang, dipenuhi berbagai unsur masyarakat.
Ada pemerintah desa.
Ada tenaga kesehatan.
Ada kepala sekolah.
Ada kader kesehatan.
Ada tokoh masyarakat.
Mereka berkumpul untuk mendengarkan paparan program kerja Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin yang akan mengabdi di desa tersebut.
Bagi mahasiswa, seminar itu bukan sekadar acara pembukaan.
Itulah titik awal pengabdian.
Tempat mereka memperkenalkan gagasan sekaligus mendengar kebutuhan masyarakat secara langsung.
Koordinator Desa KKN-PK, Muhammad Husain As’sajad, bersama rekan-rekannya memaparkan sederet program yang sebagian besar menyasar persoalan kesehatan yang sering dianggap sepele, tetapi berdampak besar.
Ada MATUO, program edukasi dan senam hipertensi.
Namanya sederhana.
Namun penyakit yang disasar tidak sederhana.
Hipertensi hingga kini masih menjadi salah satu “pembunuh senyap” yang banyak tidak disadari penderitanya.
Ada pula SABBARA, edukasi dan simulasi pertolongan pertama pada kecelakaan.
Program ini penting mengingat penanganan awal sering kali menentukan keselamatan korban sebelum mendapatkan bantuan medis.
Untuk anak-anak sekolah, mahasiswa menghadirkan MALEBBI, edukasi kesehatan gigi agar kebiasaan menjaga kebersihan mulut tertanam sejak dini.
Sementara MAKESSING akan memperkenalkan manfaat vitamin C dan pentingnya menjaga daya tahan tubuh.
Persoalan rabies yang masih menjadi perhatian kesehatan masyarakat juga masuk dalam daftar melalui program MACCA.
Tak hanya itu.
Mahasiswa juga menyiapkan MATENNANG, program skrining hipertensi sebagai langkah deteksi dini penyakit tidak menular.
Kemudian MAKKITA, edukasi kesehatan mental anak yang kini semakin mendapat perhatian dalam dunia kesehatan.
Serta MADDECENG, edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), kebiasaan sederhana yang terbukti mampu mencegah berbagai penyakit menular.
Program kelompok mereka diberi nama LAOKI MAPPARESSA.
Program ini berfokus pada pemeriksaan kesehatan masyarakat sebagai upaya menemukan faktor risiko penyakit sejak dini sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Yang menarik, seminar tersebut tidak berhenti pada pemaparan program.
Diskusi berlangsung aktif.
Berbagai masukan bermunculan.
Kepala sekolah berharap mahasiswa turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mendatang.
Pihak UPT Puskesmas Bilokka mengusulkan agar edukasi rabies diperluas tidak hanya kepada siswa sekolah dasar, tetapi juga kepada masyarakat umum.
Sementara petugas Puskesmas Pembantu (Pustu) berharap program pemeriksaan kesehatan dilakukan secara door to door sehingga seluruh warga dapat merasakan manfaatnya tanpa terkecuali.
Masukan-masukan itu diterima dengan baik.
Karena sejatinya, KKN bukan tentang mahasiswa datang membawa program jadi.
Tetapi tentang bagaimana kampus mendengar kebutuhan masyarakat lalu menyusun solusi bersama.
Seminar awal tersebut juga menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara Universitas Hasanuddin, Pemerintah Desa Alesalewo, UPT Puskesmas Bilokka, sekolah, dan masyarakat.
Kolaborasi yang diharapkan mampu memperkuat upaya promotif dan preventif kesehatan di tingkat desa.
Di tengah meningkatnya tantangan kesehatan masyarakat, pendekatan seperti inilah yang semakin dibutuhkan.
Bukan menunggu penyakit datang.
Tetapi mencegahnya sejak awal.
Dan selama beberapa pekan ke depan, Desa Alesalewo akan menjadi ruang belajar bersama.
Tempat mahasiswa belajar memahami masyarakat.
Dan masyarakat mendapatkan pengetahuan baru tentang cara menjaga kesehatan.
Karena kesehatan yang baik tidak selalu dimulai dari obat.
Sering kali ia dimulai dari pengetahuan yang tepat.
Itulah yang sedang dibawa mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin ke Desa Alesalewo. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
