Artikel terbaru Katasulsel.com wilayah Sulawesi Selatan
Oleh: Edy Basri
Biasanya yang membuat netizen Indonesia heboh adalah politik.
Atau sepak bola.
Atau harga cabai.
Belakangan, yang bikin ramai justru seorang koki.
Bukan artis.
Bukan penyanyi.
Bukan pemain film.
Seorang chef.
Namanya Mathis Molinié.
Asal Prancis.
Dan tiba-tiba namanya berseliweran di berbagai media sosial Indonesia.
Penyebabnya?
Bukan karena resep baru.
Bukan karena memenangkan kompetisi memasak.
Bukan pula karena membuka restoran di Jakarta.
Melainkan karena satu nama.
Raisa.
Ya, Raisa Andriana.
Penyanyi yang selama bertahun-tahun memiliki “pasukan penggemar” yang terkenal setia.
Begitu nama Raisa dikaitkan dengan seseorang, publik langsung bergerak lebih cepat daripada algoritma media sosial.
Netizen mulai bekerja.
Seperti detektif.
Mencari foto.
Mencari komentar.
Mencari jejak digital.
Mencari petunjuk.
Dan ketika muncul dugaan bahwa Raisa dan Mathis pernah berada di lokasi yang sama di Tokyo, Jepang, spekulasi langsung meledak.
Sisanya bisa ditebak.
Internet ramai.
Kolom komentar penuh.
Nama Mathis mendadak dikenal jutaan orang Indonesia yang sebelumnya mungkin tidak pernah mendengar namanya.
Padahal, jauh sebelum rumor itu muncul, Mathis sebenarnya sudah punya cerita menarik.
Ia bukan chef dadakan.
Bukan pula selebritas yang tiba-tiba belajar memasak.
Mathis lahir dan besar di Rouen, sebuah kota bersejarah di Normandia, Prancis.
Dunia dapur sudah menjadi bagian hidupnya sejak kecil.
Ayahnya, Philippe Molinié, adalah pemilik restoran keluarga yang sudah berdiri sejak 1988.
Artinya, ketika sebagian anak kecil bermain bola atau video game, Mathis sudah akrab dengan aroma mentega, saus, dan berbagai teknik memasak khas Prancis.
Bakatnya tumbuh dari sana.
Lalu berkembang melalui pendidikan gastronomi dan pengalaman bekerja di berbagai restoran.
Ia tidak hanya belajar di satu tempat.
Ia berkelana.
Menjelajah berbagai negara.
Termasuk Asia Tenggara.
Bahkan Indonesia.
Mungkin karena itulah masakannya memiliki karakter yang unik.
Prancis, tetapi tidak sepenuhnya Prancis.
Modern, tetapi tidak kehilangan akar tradisionalnya.
Klasik, tetapi tetap berani bereksperimen.
Di dunia kuliner, kombinasi seperti itu sangat berharga.
Namun di era media sosial, keahlian memasak saja ternyata tidak cukup.
Orang juga harus pandai tampil.
Dan Mathis memahami itu.
Instagramnya memiliki lebih dari sejuta pengikut.
TikTok-nya juga demikian.
Video-videonya ditonton jutaan kali.
Bukan karena sensasi.
Melainkan karena ia mampu membuat aktivitas memasak terlihat menarik.
Bahkan untuk orang yang tidak bisa memasak sekalipun.
Tetapi mari jujur.
Kalau bukan karena rumor Raisa, mungkin sebagian besar netizen Indonesia tidak akan tiba-tiba mencari tahu siapa Mathis Molinié.
Begitulah dunia hari ini.
Kadang prestasi puluhan tahun kalah populer dibanding satu rumor selama seminggu.
Kadang perjalanan panjang membangun karier kalah viral dibanding satu foto yang diduga diambil di tempat yang sama.
Adil?
Belum tentu.
Tetapi begitulah cara internet bekerja.
Sampai hari ini, tidak ada konfirmasi resmi dari Raisa maupun Mathis soal berbagai spekulasi yang beredar.
Tidak ada pengakuan.
Tidak ada klarifikasi.
Yang ada hanya dugaan.
Dan dugaan adalah bahan bakar favorit netizen.
Karena selama belum ada jawaban, imajinasi publik akan terus bekerja.
Sementara itu, Mathis mungkin tetap melakukan hal yang paling ia kuasai.
Memasak.
Meski di Indonesia, namanya kini dikenal bukan hanya karena makanan.
Melainkan karena satu pertanyaan yang terus berputar di kepala netizen:
“Benarkah chef Prancis itu dekat dengan Raisa?“ (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Viral Hari Ini .
