Palopo, katasulsel.com – Kota ini seperti sedang demam. Bukan demam biasa. Ini demam yang pelan-pelan menggerogoti: narkoba.
Sabu-sabu beredar seperti gula pasir. Mudah didapat. Sulit dihentikan.
Di tengah situasi itu, satu nama segera masuk: IPTU Amiruddin.
Belum resmi duduk sebagai Kasat Narkoba Polres Palopo. Tapi ekspektasi sudah menumpuk. Bahkan sebelum ia sempat memanaskan kursi.
Ini bukan mutasi biasa. Ini seperti “dilempar” ke zona merah.
Palopo dan Pola Baru: Narkoba Tanpa Wajah
Peredaran narkoba di Palopo sudah naik level.
Tidak lagi transaksi sembunyi-sembunyi di lorong gelap. Tidak perlu lagi tatap muka.
Sekarang pakai sistem “tempel”.
Barang ditaruh. Lokasi dikirim. Pembeli datang. Selesai.
Lebih rapi. Lebih aman. Lebih licin.
Platformnya? Media sosial. Instagram jadi “etalase”. Chat jadi transaksi. Tidak ada suara. Tidak ada saksi.
Ini bukan lagi kejar-kejaran konvensional. Ini perang diam-diam.
Dan lebih gawat lagi:
Jaringannya diduga dikendalikan dari dalam lapas.
Bayangkan. Dari balik jeruji, justru mengendalikan pasar.
Yang Ditangkap Itu-Itu Saja
Publik mulai bosan.
Setiap rilis:
“Diamankan kurir.”
“Diamankan pengguna.”


