Bandar besar?
Seperti hantu. Ada, tapi tak pernah terlihat.

Ini yang bikin orang mulai bertanya:
Apakah aparat kalah canggih?
Atau ada yang terlalu pintar bersembunyi?

Atau… jangan-jangan ada yang “bermain aman”?

Amiruddin: Bukan Polisi “Biasa”

Di titik ini, harapan diarahkan ke satu orang.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

IPTU Amiruddin. Sebentar lagi resmi jadi Kasat Narkoba Polres Palopo.

Ia bukan orang baru di dunia narkoba.
Bukan juga tipe “kerja asal jalan”.

Pernah jadi Kanit Satnarkoba Polres Sidrap.
Semua tahu, bagaimana narkoba di Sidrap.

Ia pernah, bahkan beberapa kali ikut mengungkap kasus besar di daerah itu.
Bukan hanya tangkap kaki tangan—tapi naik ke atas.

Lalu jadi Kapolsek Dua Pitue.
Artinya: paham wilayah. Paham karakter masyarakat. Paham cara kerja jaringan.

Tipenya?
Bukan yang banyak bicara. Tapi kerja.

Di lapangan, dikenal berani.
Tidak gampang mundur.
Tidak takut “main besar”.

Tiga PR Besar: Ini Ujian Sebenarnya

Kalau mau jujur, kursi Kasat Narkoba Palopo sekarang bukan kursi empuk. Ini kursi panas.

Ada tiga PR yang menunggu:

1. Naik Kelas: Dari Kurir ke Bandar
Kalau yang ditangkap masih itu-itu saja, artinya belum tembus.
Publik tidak butuh angka penangkapan. Publik butuh keadilan.

Pemimpin Redaksi
Edy Basri adalah Pemimpin Redaksi Katasulsel.com. Lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers sejak 2018 (Wartawan Utama). Sebelumnya sebagai jurnalis di Koran Harian Fajar.