📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!
Join WhatsAppSidrap, katasulsel.com — Musim panen 2026 segera tiba. Bulog Sidrap bergerak cepat memastikan gabah petani terserap maksimal dan harga tetap stabil.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Sidrap, Ivan Faisal, menyebut target serapan tahun ini 107.650 kilogram setara beras. “Pola pengadaan masih melalui Mitra Kerja Pangan dan Tim Jemput Pangan. Ini strategi kami untuk melindungi petani,” kata Ivan via ponsel malam ini, Kamis, 29 Januari 2026
Harga gabah tetap Rp6.500 per kilogram. Bulog bekerja sama dengan Babinsa dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk memantau harga langsung di tingkat petani. “Hanya gabah yang cukup umur panen yang diserap, sehingga harga tetap aman,” ujar Ivan.
Persiapan gudang dan logistik juga matang. Bulog Sidrap telah menginventarisasi gudang mitra dengan total kapasitas 125 ribu ton, termasuk yang masih dalam proses pembangunan. “Tempat penyimpanan aman, panen melimpah tidak lagi jadi masalah,” tegasnya.
Strategi Tim Jemput Pangan tetap dijalankan. Harga gabah di bawah ketentuan pemerintah? Tim langsung turun ke lokasi menjemput gabah. “Ini menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memastikan serapan optimal,” tambah Ivan.
Pengalaman tahun lalu menjadi pelajaran berharga. Tantangan utama: ketersediaan gudang. Bulog kini telah menata inventaris sejak akhir 2025, memastikan penyimpanan hasil panen siap digunakan.
Dengan langkah ini, Bulog Sidrap menegaskan posisinya sebagai penyangga stabilitas pangan, pelindung petani, dan pengawal harga di Sidrap. Musim panen 2026, siap dijalankan dengan strategi yang terukur dan profesional. (*)






Tinggalkan Balasan