PINRANG – Kabupaten Pinrang kian menegaskan posisinya sebagai salah satu episentrum pangan nasional. Di tengah deklarasi swasembada pangan yang diumumkan Presiden RI Prabowo Subianto pekan lalu, daerah lumbung padi Sulawesi Selatan ini mencatatkan peran strategis melalui kinerja penyerapan gabah petani yang tertinggi secara nasional sepanjang 2025.

Keberhasilan swasembada pangan nasional tak lepas dari kebijakan negara yang bersifat intervensi pasar progresif, khususnya melalui penugasan Perum Bulog untuk menyerap gabah petani secara langsung di lapangan dengan skema any quality seharga Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini menjadi instrumen penting dalam menjaga insentif produksi petani, sekaligus mengamankan pasokan beras nasional.

Dampaknya, pengadaan beras tahun 2025 tercatat sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Bulog. Cadangan beras pemerintah melonjak hingga 4,2 juta ton pada Juni 2025, dan saat ini berada di kisaran 3,24 juta ton, setelah sebagian disalurkan untuk penanganan bencana dan stabilisasi harga pangan.

Dalam konteks itulah, Kantor Cabang (Kanca) Bulog Pinrang tampil sebagai unit kerja dengan realisasi penyerapan gabah tertinggi secara nasional pada 2025. Atas capaian tersebut, Kanca Bulog Pinrang menerima Penghargaan Swasembada Pangan Tahun 2025 dari pemerintah pusat.

Penghargaan itu diserahkan di Jakarta, Senin (12/1/2026), sebagai bentuk apresiasi negara kepada 40 penerima dari berbagai kluster yang dinilai berkontribusi langsung terhadap ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Selain Pinrang, dua kantor cabang Bulog di wilayah Sulawesi Selatan juga masuk dalam daftar penerima penghargaan untuk kluster Kanca, yakni Kanca Bulog Sidrap dan Kanca Bulog Parepare. Sementara dua lainnya berasal dari luar Sulsel, yakni Kanca Unaaha dan Kanca Pati.

Penilaian dilakukan secara objektif oleh kantor pusat Bulog, dengan indikator utama mencakup volume penyerapan, kepatuhan terhadap kebijakan nasional, serta efektivitas pelaksanaan di lapangan.

“Alhamdulillah, kami menjadi yang pertama secara nasional. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi kami,” ujar Kepala Cabang Bulog Pinrang, Faizal Jafar, usai menerima penghargaan tersebut.

Tak hanya di tingkat kantor cabang, wilayah Sulawesi Selatan juga mencatat prestasi di level pimpinan wilayah Bulog. Pimpinan Wilayah Bulog Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Fahrurozi, menjadi salah satu dari lima pimpinan wilayah yang menerima penghargaan Swasembada Pangan 2025.

Empat pimpinan wilayah lainnya yang meraih penghargaan berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Nusa Tenggara Barat—daerah-daerah yang selama ini dikenal sebagai basis produksi pangan nasional.