“Capaian ini adalah hasil kerja kolektif. Mulai dari petani, mitra kerja, hingga jajaran Bulog di daerah. Ke depan, kami berharap kinerja ini bisa terus ditingkatkan,” tegas Fahrurozi.

Capaian Pinrang dalam penyerapan gabah ini sekaligus menegaskan peran daerah sebagai simpul kebijakan pangan nasional, di mana kebijakan pusat bertemu dengan kapasitas produksi lokal dan tata kelola distribusi yang efektif. Dalam lanskap ketahanan pangan nasional, Pinrang tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga aktor strategis dalam menjaga stabilitas pangan Indonesia. (*)