Soppeng — Siapa bilang polisi cuma muncul saat ada razia? Di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, polisi justru turun ke lapangan, bukan untuk menilang, tapi main bola bareng anak-anak muda. Ini semua bagian dari program “Polantas Menyapa” yang digagas Korlantas Polri untuk memperkuat hubungan humanis dengan masyarakat.
Rabu (01/04/2026), Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri, Brigjen Pol. Faizal, hadir di Lapangan Hikmat Takalala, Kecamatan Marioriwawo, untuk menyapa warga sekaligus memeriahkan fun football antara Putra Mario FC All Star dan Bhayangkara FC Polres Soppeng.
Yang bikin unik, pemain muda dari Sewo Junior Soppeng FC ikut meramaikan lapangan. Mereka bukan sekadar nonton, tapi jadi bagian dari pembinaan generasi muda melalui olahraga. Suasana santai, penuh canda, tapi tetap edukatif.
Brigjen Pol. Faizal menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar hiburan. “Ini bagian dari program unggulan Pak Kakorlantas, Polantas Menyapa. Kami ingin menyapa teman-teman di Takalala dan bermain bersama teman-teman binaan Polres,” katanya, Kamis (02/04/2026).
Analisis ringan: Langkah ini bisa dibilang strategi soft power kepolisian. Alih-alih hanya menakut-nakuti dengan razia dan tilang, polisi membangun trust dan emotional bonding dengan masyarakat. Ini penting, terutama di kalangan pemuda, agar Polri tidak hanya dipandang sebagai aparat penegak hukum, tapi juga mitra sosial yang dekat dengan masyarakat.
Program seperti Polantas Menyapa diharapkan jadi jembatan komunikasi efektif, meningkatkan kepercayaan publik, dan menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tapi tanggung jawab bersama.
Di tengah hype media sosial dan jargon-jargon viral seperti #PolantasMenyapa, pendekatan humanis ini bisa menjadi model kolaborasi polisi dan masyarakat yang lebih modern, ringan, tapi tetap berdampak.


