Sidrap, katasulsel.com — Grafiknya naik-turun. Fluktuatif. Tapi justru di situlah menariknya.

Hari keempat sejak polling “Camat Paling Merakyat Versi Pembaca Katasulsel.com” dibuka, peta dukungan kembali berubah. Setelah sempat goyah—bahkan disalip sesaat—Camat Tellu Limpoe, H. Ridwan Bachtiar, kembali mengambil alih kendali.

Senin siang, 6 April 2026, Ridwan bukan sekadar memimpin. Ia memperlebar jarak.

Perolehan suaranya menembus angka tertinggi sementara. Ini bukan lagi sekadar tipis-tipisan. Ini mulai membentuk margin of lead yang lebih tegas.

Sehari sebelumnya, bahkan hingga malam tadi, situasi berbeda.

Camat Pitu Riase, Andi Mukti Ali, sempat mengambil momentum. Ia menyalip. Membuat grafik berbalik arah. Dalam istilah polling, itu disebut momentum shift—perubahan arus dukungan dalam waktu singkat.

Namun efek itu tak bertahan lama.

Hari ini, Ridwan melakukan apa yang biasa disebut analis sebagai rebound effect—kembalinya dukungan setelah sempat tergerus. Basis suaranya terlihat lebih solid, dengan voter retention yang kuat dan tambahan suara baru yang konsisten.

Sementara itu, Mukti Ali tetap menjadi penantang utama. Perolehan suaranya masih tinggi. Jarak memang terbuka, tapi belum aman. Dalam dinamika polling terbuka seperti ini, selisih masih sangat mungkin terkejar.

Di posisi berikutnya, Camat Pitu Riawa, Ali Husain, menunjukkan tren yang tak bisa diabaikan. Jika dibandingkan hari-hari awal, dukungannya meningkat signifikan. Ini yang dalam istilah statistik sederhana disebut positive growth trend—kenaikan bertahap yang stabil.

Ia belum di papan dua besar, tapi lajunya mulai konsisten. Dan dalam dunia polling, konsistensi seringkali lebih berbahaya daripada lonjakan sesaat.

Di lapisan tengah, Camat Maritengngae, Firman, tampil sebagai poros penyeimbang. Perolehan suaranya cukup menonjol dibanding kandidat lain di kelompok ini. Ia seperti membangun middle cluster—basis dukungan menengah yang solid.

Pergerakan juga terlihat pada nama-nama lain.

Andi Purnamasari (Dua Pitue) menunjukkan peningkatan partisipasi, menandakan adanya mobilisasi dukungan yang mulai terstruktur.

Mansyur (Watang Pulu) dan H. Muh. Basri R (Panca Lautang) bergerak stabil, menjaga eksistensi di papan tengah.

Faradillah Bakri (Panca Rijang) dan Hj. Masturah (Baranti) perlahan menambah suara—meski belum signifikan, namun tetap menunjukkan adanya engagement dari basis masing-masing.

Sementara Andi Saifullah (Watang Sidenreng) dan Muhammad Arisal Saad (Kulo) masih berada di lapis bawah, dengan tingkat partisipasi yang relatif rendah.

Fenomena ini menegaskan satu hal: polling ini hidup. Bergerak. Dinamis.

Sementara itu, Pemred Katasulsel.com, Edy Basri, menegaskan bahwa polling ini adalah ruang partisipasi publik yang terbuka, namun tetap memiliki batasan.

“Ini bukan survei ilmiah, tidak menggunakan metode sampling representatif. Tapi ini memberi gambaran tentang public perception—bagaimana pembaca menilai kedekatan, respons, dan peran camat di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, mekanisme yang digunakan adalah satu perangkat/IP untuk satu suara, sebagai bentuk menjaga fairness dan menghindari duplikasi, sekaligus segala bentuk intervensi dan rekayasa.

Karenanya, setiap vote yang masuk dari masyarakat, itu langsung terbaca oleh sistem. Masyarakat langsung mengonsumsinya.

Polling ini akan berlangsung selama 2 bulan penuh, dibuka sejak 3 April hingga 3 Juni 2026.

“Kami juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi penipuan. Redaksi tidak menerima imbalan dalam bentuk apa pun. Semua suara tercatat otomatis oleh sistem, tanpa intervensi,” tegas Edy.

Pada akhirnya, ini bukan sekadar siapa unggul hari ini.

Tapi siapa yang mampu menjaga tren, merawat kepercayaan, dan bertahan hingga garis akhir. (edy)

Gambar berita Katasulsel