TERNATE — Pertandingan PSM Makassar vs Malut United tidak hanya menyajikan hujan gol. Laga yang berakhir imbang 3-3 di Stadion Gelora Kie Raha, Sabtu (7/3/2026), juga menjadi panggung duel lini depan kedua tim.
Sejak menit awal, tempo pertandingan langsung tinggi. Malut United yang bermain di kandang tampil agresif dengan pressing cepat. Mereka mencoba menekan sejak lini tengah untuk memaksa kesalahan pemain tamu.
Namun PSM Makassar tidak datang untuk bertahan. Tim berjuluk Juku Eja justru membalas dengan pola serangan langsung yang mengandalkan kekuatan fisik penyerang mereka.
Di sinilah nama Alex Tanque menjadi pusat perhatian. Striker asal Brasil itu berkali-kali merepotkan lini belakang Malut United lewat duel udara dan kemampuan menahan bola.
Gaya bermain Tanque yang “target man banget” membuat serangan PSM sering dimulai dari dirinya. Bola-bola panjang dari lini tengah diarahkan ke Tanque, lalu diteruskan ke pemain sayap yang masuk dari sisi lapangan.
Skema ini membuat pertandingan terasa terbuka. Kedua tim sama-sama berani menyerang.
Malut
Hasilnya: pertandingan berubah menjadi duel terbuka yang jarang terlihat dalam laga-laga ketat Liga 1 Indonesia.
Enam gol tercipta sepanjang laga. Skor terus berubah, membuat atmosfer stadion seperti pertandingan tanpa rem.
Setiap kali Malut United unggul, PSM mampu merespons. Begitu juga sebaliknya. Situasi ini membuat pertandingan terasa seperti adu pukul serangan.
Pada akhirnya skor 3-3 menutup pertandingan yang sarat drama tersebut.
Bagi PSM, hasil ini setidaknya menunjukkan bahwa lini depan mereka masih memiliki daya ledak. Namun di sisi lain, lini belakang yang mudah ditembus tetap menjadi pekerjaan rumah besar jika Juku Eja ingin kembali stabil di Liga 1 musim ini.





Tinggalkan Balasan