
Jika skenario ini benar-benar terjadi di Rakernas PSI Makassar, maka publik akan menyaksikan bukan sekadar pengumuman kepindahan tokoh, melainkan deklarasi arah baru PSI di Indonesia Timur.
Politik selalu mengenal waktu yang tepat. Terlalu cepat, pesan hilang. Terlalu lambat, momentum mati. Dan tampaknya, bagi RMS dan PSI, akhir Januari 2026 adalah titik temu antara keputusan dan panggung.
Kini tinggal satu pertanyaan tersisa—bukan apakah RMS pindah, tetapi seberapa besar efek domino yang akan ditimbulkannya. Dalam politik, satu langkah elite sering kali diikuti jejak banyak kaki. (*)
Penulis: Qadri L Nasurung
Halaman






Tinggalkan Balasan