Hari ini, Wajo tidak hanya disebut lumbung pangan Sulawesi Selatan. Ia mulai disebut dalam peta buffer stock nasional.
Artinya sederhana: jika ada guncangan, Wajo bisa menopang.
Di dunia yang makin tidak pasti, itu bukan hal kecil.
Ketahanan pangan bukan lagi jargon. Ia soal bertahan hidup. Dan Wajo sudah memilih jalannya: bekerja, bukan berisik.
Surat Garuda Emas itu mungkin akan disimpan rapi. Tapi maknanya akan terus hidup di sawah-sawah yang ditanami ulang.
Karena setelah penghargaan, sawah tidak berhenti.
Ia menuntut musim berikutnya.
Dan di Wajo, orang sudah tahu: kerja belum selesai. (*)
Halaman

Tinggalkan Balasan