📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!

Join WhatsApp

Soppeng, Katasulsel.com — Setahun bukan waktu panjang dalam politik. Tapi cukup untuk membaca arah. Di Kabupaten Soppeng, kepemimpinan H. Suwardi Haseng, SE dan Ir. Selle KS Dalle—yang resmi dilantik 20 Februari 2025—memilih jalur yang tidak gegap-gempita. Tidak banyak headline bombastis. Tidak pula hiruk-pikuk seremoni berlebihan.

Yang tampak justru konsolidasi. Sunyi. Tapi terukur.

Transisi kekuasaan dari periode H. A. Kaswadi Razak (2021–2025) berlangsung khidmat. Tidak ada turbulensi. Dukungan DPRD, tokoh masyarakat, hingga pemerintah provinsi mengalir relatif mulus. Dalam politik lokal, ini bukan detail kecil. Stabilitas awal adalah luxury yang tidak semua kepala daerah dapatkan.

Suwardi–Selle memulai babak baru tanpa beban konflik terbuka. Dan itu memberi ruang untuk bekerja lebih fokus.

Di 100 hari pertama, kebijakan yang paling terasa adalah kenaikan TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) bagi ASN. Sebagian pihak mungkin menilai ini kebijakan “aman”. Tapi dalam tata kelola daerah, kesejahteraan aparatur adalah mesin penggerak birokrasi.

Birokrasi yang lapar sulit diajak berlari.

Kenaikan TPP bukan sekadar insentif finansial. Ia adalah pesan politik: aparatur dihargai, kinerja diharapkan meningkat. Di tangan yang tepat, kebijakan ini bisa menjadi pemantik reformasi birokrasi yang lebih serius.

Apalagi salah satu target besar hingga 2026 adalah penataan tata kelola pemerintahan. Reformasi birokrasi bukan slogan tempelan. Ia harus dibuktikan dengan disiplin kinerja, pelayanan publik yang lebih cepat, dan transparansi anggaran.

Namun, wajah kepemimpinan Suwardi–Selle lebih tampak pada kerja-kerja perencanaan. Penyusunan RKPD 2026 melalui Musrenbang menjadi titik awal penyelarasan visi dengan RPJMD 2025–2029. Sebagian orang alergi pada kata “perencanaan”. Terlalu normatif, terlalu administratif.

Padahal di situlah pondasi diletakkan.

Pemerintahan yang terburu-buru mengejar proyek tanpa perencanaan matang seringkali berakhir pada trial and error mahal. Suwardi–Selle tampaknya tidak ingin terjebak di sana. Tahun pertama dijadikan fase mapping dan konsolidasi arah pembangunan.