Jakarta, Katasulsel.com – Akibat padamnya listrik di sebagian wilayah DKI Jakarta selama hampir 3 jam pada Kamis (9/4/2026) lalu, membuat PT PLN (Persero) terus menuai kritik tajam dari berbagai pihak.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang turut buka suara terkait pemadaman listrik mengatakan, gangguan tersebut berdampak langsung pada berbagai layanan publik, termasuk operasional transportasi massal.

Pemadaman listrik diketahui mengganggu layanan MRT Jakarta dan LRT yang bergantung pada pasokan listrik untuk operasionalnya. Kondisi ini sempat menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hari.

“Pemadaman ini kan sepenuhnya menjadi kewenangan PLN, tapi dampaknya kepada kami. Salah satunya MRT, kemudian LRT juga terkena,” kata Pramono di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (10/4/2026).

Pramono menegaskan, meski kewenangan ada pada PT PLN (Persero), dampak yang ditimbulkan dirasakan langsung oleh pemerintah daerah dan masyarakat. Karena itu, ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Tentunya kami mengharapkan ini jangan terulang kembali karena memang sekarang ini energi ini kan menjadi sesuatu yang sangat penting yang dibutuhkan oleh masyarakat karena dengan perang yang masih panjang ini,” ujar Pramono.

Sementara, Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) secara tegas mengingatkan PLN yang harus mampu menjaga stabilitas kelistrikan di ibukota sebagai jantung Indonesia. Selain itu, jangan sampai adanya pemadaman listrik ini menciptakan kepanikan krisis energi di tengah masyarakat.

Menurut Ketua Bidang Geopolitik GMNI Andreas Silalahi, peristiwa padamnya listrik di sebagai wilayah Jakarta tidak terlepas dari kinerja para pimpinan PLN.

“Bayangkan, jakarta yang merupakan jantung Indonesia, bisa terjadi pemadaman listrik. Jangankan sampai 3 jam, padam setengah jam saja itu fatal,” kecam Andreas kepada wartawan, Selasa (14/4/2026).

Dia turut membeberkan, berdasarkan catatan, peristiwa blackout atau pemadaman listrik total seperti yang terjadi di sejumlah wilayah DKI Jakarta itu, bukanlah peristiwa baru. Karena sebelumnya di beberapa provinsi juga terjadi berulang kali.

“Dari catatan kami, di Sumatera sudah berulang dilakukan pemadaman serupa. Mulai dari Aceh, Sumut, Sumsel sampai Lampung semua pernah mengalami trip listrik berjam-jam seperti ini. Bahkan di Bali juga pernah,” sebutnya.

Dengan fakta demikian, kata Andre, jelas semakin membuktikan perlunya evaluasi terhadap manajemen PLN.

“Sudah sepantasnya mulai dari Dirut hingga GM hingga manajerial di UID PLN Jaya dicopot sebagai bentuk pertanggung jawaban atas pemadaman dan kerugian yang dialami masyarakat. Sehingga ke depan tidak terjadi hal serupa,” pungkasnya

Gambar berita Katasulsel