📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!
Join WhatsAppSidrap, katasulsel.com — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mengunci langkah strategis penguatan tata niaga gabah dan beras menjelang musim tanam 2025/2026.
Dalam rapat koordinasi yang digelar Kamis (5/2/2026) malam, seluruh mata rantai pangan—petani, pengusaha penggilingan, hingga Bulog—duduk satu meja merumuskan kesepakatan harga dan mekanisme panen yang lebih adil.
Rapat yang dipimpin langsung Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif di Aula Saromase Kompleks SKPD, Watang Pulu, itu menandai komitmen kuat daerah lumbung pangan Sulsel tersebut menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi pendapatan petani di tengah tingginya produksi.
Kesepakatan yang dihasilkan cukup tegas. Seluruh timbangan gabah wajib dikalibrasi dan disiapkan oleh kelompok tani. Panen diatur dilakukan setelah pukul 10.00 Wita dengan umur tanaman yang telah memenuhi standar.
Potongan timbangan pada kondisi cuaca normal dibatasi maksimal 2 kilogram, sementara kondisi tidak normal wajib dimusyawarahkan. Harga gabah disepakati berada pada kisaran Rp6.500 hingga Rp6.800 per kilogram.
Syaharuddin Alrif menegaskan, aturan ini bukan untuk memberatkan pelaku usaha, melainkan menciptakan keadilan di lapangan. Petani mendapat kepastian harga, pengusaha memperoleh bahan baku berkualitas, dan Bulog bisa menyerap gabah secara optimal.
“Kita ingin semua berjalan seiring. Petani terlindungi, harga stabil, dan serapan Bulog maksimal,” kata Syaharuddin.
Ia juga meminta peran aktif pemerintah, TNI, dan Polri untuk terus melakukan pendampingan langsung kepada petani agar kesepakatan tidak hanya berhenti di atas kertas.
Di hadapan peserta rapat, Syaharuddin memaparkan capaian pertanian Sidrap yang dinilainya sebagai buah kerja kolektif. Produksi Gabah Kering Panen (GKP) Sidrap sepanjang 2025 tercatat mencapai 679.772 ton, melonjak 129.464 ton dibandingkan 2024. Harga rata-rata GKP pun naik signifikan, dari Rp4.800 per kilogram menjadi Rp6.800 per kilogram.
Lonjakan itu berdampak langsung pada nilai ekonomi. Total nilai produksi pertanian Sidrap meningkat dari Rp2,56 triliun pada 2024 menjadi Rp4,62 triliun pada 2025. Sementara produksi beras mencapai 326.933 ton, naik 27,21 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Ini momentum besar. Terima kasih kepada semua pihak. Mari kita terus tingkatkan produksi untuk mendukung swasembada pangan nasional sesuai harapan Presiden,” ujar Syaharuddin.
Rapat tersebut dihadiri Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, Sekda Andi Rahmat Saleh, Ketua Perpadi Sidrap Hasnawi, Ketua KTNA Abdul Samad, pimpinan Bulog Cabang Sidrap, unsur Polres dan Kodim 1420 Sidrap, para kepala OPD, camat, penyuluh pertanian, gapoktan, serta perwakilan petani.
Kalau mau, aku bisa tajamkan lagi ke angle konflik lapangan, lebih pro-petani, atau lebih ekonomis ala headline nasional. Tinggal bilang. (*)






Tinggalkan Balasan