Soppeng, katasulsel.com – Perjalanan malam rute Sinjai–Parepare berubah menjadi tragedi. Seorang sopir travel berinisial SR (46) meninggal dunia secara mendadak saat masih berada di balik kemudi, Sabtu malam (4/4/2026).
Peristiwa itu terjadi di Dusun Kalempang, Desa Marioritengnga, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, sekitar pukul 23.00 Wita.
Saat itu, korban tengah mengemudikan mobil dengan membawa tujuh penumpang dari arah Bone menuju Parepare. Namun ketika melintasi jalur menanjak di wilayah Kalempang, kendaraan tiba-tiba kehilangan kendali.
Mobil dilaporkan sempat oleng sebelum akhirnya mundur perlahan di tanjakan. Situasi tersebut membuat penumpang panik.
Di saat bersamaan, korban mendadak tidak sadarkan diri. Upaya penyelamatan tak sempat banyak dilakukan. Nyawa sopir itu tak tertolong.
Kapolres Soppeng, Aditya Pradana, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut dugaan sementara mengarah pada faktor kelelahan.
“Korban tiba-tiba tidak sadarkan diri saat mengemudi. Dugaan awal karena kelelahan,” ungkapnya.
Korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Goarie sekitar pukul 23.35 Wita. Namun saat tiba, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Fakta lain yang menguatkan dugaan kelelahan terungkap dari keterangan penumpang. Korban diketahui baru saja pulih dari sakit beberapa hari sebelumnya, namun langsung kembali bekerja sebagai sopir.
Kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih diduga menjadi pemicu fatal dalam kejadian ini.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius, terutama bagi para pengemudi angkutan umum. Tekanan kerja, jam operasional panjang, serta kondisi kesehatan yang diabaikan bisa berujung pada risiko besar—bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga penumpang.
Beruntung, seluruh penumpang dalam kejadian tersebut dilaporkan selamat. Namun insiden ini kembali menegaskan bahwa faktor kelelahan di jalan raya bukan persoalan sepele. (*)


