
Makassar, katasulsel.com — Penunjukan Syaharuddin Alrif sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Selatan bukan sekadar pergantian struktur organisasi.
Ia adalah pembacaan strategis kekuasaan yang dilakukan Ketua Umum NasDem, Surya Paloh, terhadap arah politik Sulawesi Selatan—provinsi kunci yang sejak lama menjadi barometer politik kawasan timur Indonesia.
Penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPW NasDem Sulsel oleh Wakil Ketua Umum DPP NasDem, Saan Musthopa, Jumat (23/1/2026), menandai dimulainya fase baru konsolidasi partai.
Syaharuddin akan didampingi Andi Rachmatika Dewi (Cicu) sebagai Sekretaris DPW, sebuah komposisi yang mencerminkan keseimbangan antara kepemimpinan administratif, kekuatan jaringan politik, dan pengalaman legislatif.
Sebelum menerima SK, Syaharuddin Alrif terlebih dahulu menghadap Surya Paloh. Pertemuan tersebut menjadi titik penting, bukan hanya karena legitimasi struktural, tetapi karena pengakuan personal Paloh terhadap perjalanan politik Syaharuddin—pengakuan yang jarang diberikan secara terbuka.
Surya Paloh, menurut sumber internal NasDem, sangat optimistis NasDem Sulsel akan tumbuh lebih besar di bawah kepemimpinan Syaharuddin.
Optimisme itu bukan didasarkan pada kalkulasi sesaat, melainkan pada rekam jejak panjang Syaharuddin dalam kerja-kerja partai sejak 2012, ketika NasDem masih berada pada fase embrional sebagai gerakan politik perubahan.
Dalam kurun waktu lebih dari satu dekade, Syaharuddin dinilai konsisten membangun infrastruktur politik, mulai dari penguatan basis kader, konsolidasi struktur wilayah, hingga menjaga disiplin organisasi di tengah dinamika politik lokal yang sering kali keras dan transaksional.
Sejak dipercaya sebagai Sekretaris DPW NasDem Sulsel pada 2017, ia dikenal sebagai figur yang bekerja dalam senyap, namun efektif—mengelola mesin partai, merawat kohesi internal, dan memastikan jalur komando tetap tegak lurus pada garis kebijakan DPP.
Bagi Surya Paloh, Sulawesi Selatan bukan sekadar daerah pemilihan. Ia adalah laboratorium politik, tempat NasDem menguji konsistensi ideologi restorasi di tengah realitas politik lokal yang pragmatis.
Dalam konteks inilah, Syaharuddin dipandang sebagai figur yang memahami betul dialektika antara idealisme partai dan realitas elektoral.
Pergantian kepemimpinan DPW NasDem Sulsel juga terjadi di tengah dinamika politik nasional, menyusul pengunduran diri Rusdi Masse dari partai.
Dalam logika organisasi modern, DPP NasDem bergerak cepat untuk memastikan tidak ada kevakuman kepemimpinan dan menjaga stabilitas mesin partai di salah satu provinsi strategis.
Syaharuddin Alrif sendiri menanggapi amanah tersebut dengan nada tenang namun tegas. Ia menyadari bahwa jabatan ini bukan sekadar simbol, melainkan mandat politik untuk mengonsolidasikan kekuatan NasDem Sulsel ke depan.
“Amanah ini akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab. Fokus kami adalah menjaga soliditas internal, memperkuat struktur hingga tingkat bawah, dan memastikan kerja-kerja politik NasDem benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sulawesi Selatan,” ujar Syaharuddin.
Bersambung….
Ke depan, tantangan NasDem Sulsel tidak ringan. Selain menjaga basis elektoral yang telah ada, DPW dituntut melakukan ekspansi politik, memperluas spektrum dukungan, dan menyiapkan kader-kader kompetitif untuk menghadapi agenda politik nasional dan daerah.
Dalam kerangka itu, kepemimpinan Syaharuddin dibaca sebagai upaya penataan ulang orkestrasi politik—dari sekadar bertahan menjadi menyerang.
Di mata DPP, Sulsel di bawah Syaharuddin bukan hanya diharapkan solid, tetapi menjadi kekuatan determinan dalam peta politik NasDem secara nasional.
Dengan pengalaman birokrasi sebagai kepala daerah, jam terbang organisasi sejak awal NasDem berdiri, serta kepercayaan langsung dari Surya Paloh, Syaharuddin Alrif kini memegang kunci kendali politik NasDem di Sulawesi Selatan.
Dan seperti politik pada umumnya, waktu akan menjadi hakim paling jujur. Namun satu hal pasti: Surya Paloh telah meletakkan taruhannya, dan Sulawesi Selatan menjadi panggung utama bagi babak baru NasDem. (*)






Tinggalkan Balasan