JAKARTA — Dunia pendidikan kembali bikin jagat media sosial gaduh. Bukan soal ujian. Bukan pula soal hukuman push-up di lapangan sekolah.
Kali ini, sebuah video viral memperlihatkan cara unik sebuah sekolah di China untuk mencegah murid laki-laki bolos. Caranya tidak biasa. Bahkan dianggap “nyeleneh” oleh sebagian netizen.
Dalam video yang beredar luas di Instagram, tampak beberapa guru perempuan berdiri di gerbang sekolah sambil menyambut para siswa dengan gaya ceria. Ada yang tersenyum lebar. Ada yang memberi semangat. Suasananya dibuat hangat seperti menyambut tamu penting.
Tujuannya sederhana. Agar murid laki-laki malas membolos.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Video itu langsung meledak di media sosial. Kolom komentar berubah seperti arena debat.
Sebagian netizen menganggap metode itu kreatif. Mereka menilai pendekatan lembut lebih efektif dibanding hukuman keras yang sering membuat siswa makin memberontak.
“Kalau begini tiap hari, jangankan bolos, datang paling pagi,” tulis salah satu akun netizen yang ikut meramaikan komentar viral tersebut.
Namun tidak sedikit pula yang mengkritik.
Ada yang menilai pendekatan seperti itu terlalu berlebihan. Bahkan dianggap tidak mendidik karena menjadikan penampilan guru sebagai “alat” untuk menarik minat siswa datang ke sekolah.
Perdebatan makin liar karena video itu terus dibagikan ulang di berbagai platform. Ada yang tertawa. Ada yang kesal. Ada pula yang menyebut dunia pendidikan kini mulai kalah oleh logika konten viral.
Fenomena ini memperlihatkan satu hal. Sekolah-sekolah di berbagai negara memang sedang berlomba mencari cara agar siswa betah belajar. Apalagi di era media sosial, perhatian anak-anak sering lebih kuat tertarik ke layar ponsel dibanding ruang kelas.
……… Lanjutkan
Metode unik pun bermunculan. Ada yang memakai musik. Ada yang menghadirkan ruang belajar ala kafe. Ada pula yang membuat guru tampil lebih dekat dengan siswa.
Tetapi ketika strategi itu menyentuh wilayah sensitif, publik biasanya langsung pecah pendapat.
Video sekolah di China ini kini bukan lagi sekadar soal murid bolos. Ia berubah menjadi perdebatan soal batas kreativitas dalam dunia pendidikan modern. (*)
