Sidrap, Katasulsel.com – Di usia yang telah menembus lebih dari satu abad, Aisyiyah tidak hanya bertahan sebagai organisasi perempuan Islam, tetapi juga terus menunjukkan pengaruhnya dalam membangun kualitas sumber daya manusia, memperkuat ketahanan keluarga, hingga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pesan itu mengemuka dalam Resepsi Milad ke-109 Aisyiyah yang berlangsung di Aula Masjid Agung Al-Munawir, Kabupaten Pinrang, Ahad (31/5/2026), yang dihadiri pengurus pusat, wilayah, dan daerah Aisyiyah dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, yang juga merupakan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Sidrap, hadir bersama jajaran pengurus Aisyiyah Sidrap dalam momentum yang menjadi refleksi perjalanan panjang organisasi perempuan Muhammadiyah tersebut.

Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, Milad ke-109 Aisyiyah dinilai bukan sekadar perayaan hari lahir organisasi, tetapi juga penegasan atas kontribusi nyata yang telah diberikan kepada masyarakat Indonesia selama lebih dari 100 tahun.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Menurut Nurkanaah, Aisyiyah telah menjadi salah satu organisasi perempuan yang konsisten bergerak di garis depan pelayanan masyarakat melalui pendidikan, kesehatan, kegiatan sosial, pemberdayaan perempuan, hingga penguatan ekonomi keluarga.

“Ketika berbicara tentang Aisyiyah, kita tidak hanya berbicara tentang organisasi perempuan. Kita berbicara tentang gerakan yang telah melahirkan banyak perubahan sosial melalui pendidikan, pelayanan kesehatan, penguatan keluarga, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Tantangan Zaman Kian Kompleks

Nurkanaah menilai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini jauh lebih kompleks dibanding beberapa dekade lalu. Persoalan kemiskinan, stunting, kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga pengaruh perkembangan teknologi terhadap kehidupan keluarga membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Dalam kondisi tersebut, organisasi kemasyarakatan seperti Aisyiyah dinilai memiliki peran strategis karena mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput.

Ia menyebut keberadaan Aisyiyah selama ini telah membantu pemerintah dalam berbagai program sosial dan kemanusiaan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Peran organisasi perempuan semakin penting hari ini. Tidak hanya sebagai pendamping pembangunan, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan sosial yang mampu membangun masyarakat yang sehat, berpendidikan, dan berdaya saing,” katanya.

Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Bagi Pemerintah Kabupaten Sidrap, lanjut Nurkanaah, Aisyiyah merupakan mitra strategis dalam mewujudkan pembangunan manusia yang berkelanjutan.

Berbagai program yang dijalankan organisasi tersebut dinilai sejalan dengan agenda pemerintah daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan ibu dan anak, pemberdayaan perempuan, serta penguatan ekonomi keluarga.

Karena itu, ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan terus diperkuat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Dakwah kemanusiaan yang dibawa Aisyiyah sangat relevan dengan kebutuhan bangsa saat ini. Semangat melayani, memberdayakan, dan membangun perdamaian harus terus dirawat sebagai bagian dari upaya membangun Indonesia yang lebih kuat,” tuturnya.

Menatap Abad Kedua Pengabdian

Milad ke-109 menjadi tonggak penting bagi Aisyiyah untuk memasuki fase baru pengabdian menuju abad kedua keberadaannya.

Di tengah perubahan sosial yang begitu cepat, organisasi perempuan Muhammadiyah tersebut diharapkan tetap menjadi pelopor dalam menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat sekaligus menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat, inklusif, dan berkemajuan.

Resepsi yang berlangsung khidmat itu juga menjadi ajang silaturahmi serta konsolidasi gerakan antara Aisyiyah dan Muhammadiyah dari berbagai daerah, memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.

Bagi banyak peserta yang hadir, Milad ke-109 bukan sekadar peringatan usia organisasi. Ia menjadi pengingat bahwa perubahan besar sering kali lahir dari kerja-kerja sunyi yang dilakukan secara konsisten selama puluhan bahkan ratusan tahun. (*)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita