Sidrap, katasulsel.com β Jakarta mungkin sudah terbiasa melihat ribuan penyanyi datang membawa mimpi.
Tapi pekan ini, ibu kota akan kedatangan tiga dara dari Kabupaten Sidenreng Rappang yang membawa sesuatu lebih dari sekadar suara merdu: harapan satu daerah.
Mereka adalah Nirwana, gadis asal Kanung, Kecamatan Pitu Riase. Melani Lawawoi dari Kecamatan Watang Pulu. Serta Puspitasari dari Pangkajene.
Tiga nama itu kini menjadi perbincangan di kalangan pecinta dangdut Sidrap setelah mendapat kesempatan mengikuti Audisi Dangdut Academy 8 (DA8) Taping Juri Artis di Jakarta.
Bagi penyanyi muda daerah, kesempatan ini ibarat pintu emas yang tidak datang dua kali.
Sebab setelah tahap ini, bukan lagi tim pencari bakat yang menilai. Melainkan para juri artis yang selama ini hanya mereka saksikan lewat layar televisi.
Di titik inilah mimpi mulai diuji.
Menariknya, sebelum bertolak ke Jakarta hari ini, dua dari tiga peserta tersebut menyempatkan diri menemui Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, untuk meminta doa dan restu.
Pertemuan berlangsung di Rumah Jabatan Bupati yang saat itu dipadati warga dalam suasana silaturahmi Iduladha.
Tak ada seremoni mewah.
Hanya obrolan sederhana, nasihat, dan suntikan semangat untuk menghadapi panggung yang lebih besar.
“Kalian bukan hanya membawa nama diri sendiri, tapi juga membawa nama Sidrap. Tetap rendah hati, jangan minder, dan tunjukkan kemampuan terbaik,” pesan Syaharuddin Alrif.
Pesan itu bukan tanpa alasan.
Persaingan DA8 dipastikan berlangsung ketat. Ribuan peserta dari berbagai daerah Indonesia datang dengan mimpi yang sama: lolos dan dikenal publik nasional.
Namun masyarakat Sidrap punya alasan untuk optimistis.
Daerah ini pernah mencatat sejarah di panggung dangdut nasional. Nama A. Syaqirah DA7 asal Kalosi Alau masih melekat dalam ingatan warga sebagai salah satu kebanggaan Bumi Nene Mallomo.
Kini, estafet harapan itu kembali diteruskan.
Nirwana dari pegunungan Pitu Riase, Melani Lawawoi dari Watang Pulu, dan Puspitasari dari Pangkajene membawa cerita yang berbeda-beda, tetapi memiliki tujuan yang sama: membuat juri terkesan dan membawa Sidrap kembali disebut di panggung nasional.
Di balik keberangkatan mereka, ada dukungan yang terus mengalir.
Mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas pecinta dangdut, hingga masyarakat yang siap memberikan dukungan apabila salah satu wakil Sidrap berhasil menembus babak Top 40.
Optimisme juga datang dari Liaison Officer Audisi DA8 Sidrap, Ilham Junaedy, yang sejak awal mengawal proses audisi.
Targetnya bahkan tidak tanggung-tanggung.
“Minimal Top 10. Kalau Allah berkehendak, kenapa tidak sampai Grand Final,” ujarnya penuh keyakinan.
Kini koper-koper telah berisi, siap terbang ke Jakarta
Tiket sudah aman, siap menuju Jakarta.
Dan tiga dara Sidrap itu akan membawa sesuatu yang tidak bisa dibeli di mana pun: doa orang tua, dukungan masyarakat, dan mimpi besar untuk berdiri di panggung yang selama ini hanya mereka lihat dari layar kaca.
Jakarta siap menguji mereka.
Sidrap siap mendoakan mereka.
Tinggal menunggu waktu, siapa di antara Nirwana, Melani Lawawoi, dan Puspitasari yang nantinya mampu membuat juri berdiri, penonton bersorak, dan nama Sidrap kembali bergema di panggung Dangdut Academy.(*)
