📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!

Join WhatsApp

Parepare, Katasulsel.com — Hukum sering terdengar berat. Pasal berlapis, istilah rumit, dan bahasa yang tak ramah telinga warga.

Di Kelurahan Lakessi, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, kesenjangan itulah yang coba dipotong—bukan dengan seminar berjam-jam, tapi lewat video pendek.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin turun tangan.

Mereka membaca satu kenyataan sederhana: ketertiban sosial tak lahir dari ancaman sanksi semata, tapi dari kesadaran. Sayangnya, kesadaran hukum masih kerap tertinggal di level kelurahan. Banyak warga belum sepenuhnya memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara.

Dari situ ide lahir. Edukasi hukum dikemas ringkas, visual, dan membumi. Video pendek dipilih—medium yang akrab di gawai warga, mudah dibagikan, dan cepat dicerna. Tidak menggurui. Tidak bertele-tele.

Pelaksana kegiatan, Muhammad Askhori Amran, mahasiswa KKN dari Prodi Hukum Administrasi Negara Fakultas Hukum Unhas, menyebut pendekatan ini sebagai jalan tengah antara kompleksitas hukum dan realitas masyarakat.

“Video pendek adalah metode inovatif untuk menyampaikan informasi hukum yang kompleks menjadi konten visual yang ringkas, mudah dimengerti, dan informatif,” ujarnya.

Bagi Askhori, hukum tak harus selalu hadir dengan wajah serius. Dengan visual sederhana dan bahasa yang ramah, pesan hukum bisa sampai—bahkan melekat. Targetnya jelas: meningkatkan kesadaran hukum sejak dini, membantu warga memahami hak dan kewajibannya, lalu mendorong perilaku taat hukum dalam kehidupan sehari-hari.

Edukasi ini tidak berhenti pada produksi konten. Proses pengambilan video melibatkan staf kelurahan dan masyarakat Lakessi. Pendekatan partisipatif itu penting. Hukum tak datang dari luar, tapi tumbuh dari dalam komunitas.

“Kita lakukan pendekatan dan dorongan edukatif. Warga dan staf kelurahan ikut terlibat langsung,” kata Askhori.

Di titik ini, KKN tak lagi sekadar program akademik. Ia menjelma jembatan—antara kampus dan kampung, antara teori hukum dan praktik sehari-hari.

Di Lakessi, hukum mulai diajak bicara dengan cara yang lebih manusiawi. Lewat layar kecil, kesadaran besar pelan-pelan ditanam. (*)