📣 Ikuti saluran resmi WhatsApp kami sebelum membaca berita!
Join WhatsAppMakassar, Katasulsel.com — Lama menanti, akhirnya warga Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, tersenyum lega. Setelah bertahun-tahun mengeluh soal Jembatan Kaccia yang lapuk, Pemerintah Kota Makassar bergerak nyata. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turun langsung meninjau kondisi jembatan yang menghubungkan RW 06 dan RW 09 itu, Kamis (5/2/2026).
Dengan langkah hati-hati di atas kayu yang mulai rapuh, Appi—sapaan akrab Wali Kota—memastikan seluruh aspek teknis dan keselamatan jembatan tercatat dengan detail. Turut mendampingi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, serta Camat Tamalate.
“Kami hadir untuk memastikan percepatan pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan warga,” tegas Appi saat meninjau lokasi.
Jembatan yang setiap hari dilalui anak-anak sekolah menuju SMA Negeri 20 Makassar ini, sudah lama menjadi sumber kekhawatiran masyarakat, terutama saat hujan deras dan debit air meningkat. Appi menegaskan, pembangunan Jembatan Kaccia akan dimulai Maret 2026 dengan anggaran Rp1.040.430.000, atau sekitar Rp1 miliar 40 juta.
Selain memeriksa jembatan, Wali Kota juga melihat kondisi jalan, bantaran sungai, dan penerangan jalan di sekitar kawasan. Tujuannya jelas: tidak hanya keselamatan fisik warga, tetapi juga memastikan aktivitas sosial dan pendidikan masyarakat berjalan lancar.
Zuhaelsi Zubir menambahkan, saat ini Dinas PU tengah menyiapkan seluruh dokumen administrasi dan teknis pengadaan. Proses lelang dijadwalkan segera masuk Unit Layanan Pengadaan (ULP), agar pengerjaan fisik bisa dimulai tepat waktu.
“Target kami, Maret sudah mulai pembangunan. Pekerjaan konstruksi akan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan tepat waktu, sehingga manfaat maksimal bisa dirasakan warga,” kata Zuhaelsi.
Peninjauan langsung ini sekaligus menjadi simbol komitmen Pemkot Makassar: pembangunan bukan hanya di pusat kota, tapi juga di wilayah pinggiran. Dengan hadir di lapangan, Wali Kota memastikan aspirasi warga tak lagi hanya menjadi janji belaka.
Appi menutup kunjungannya dengan pesan tegas: “Kami hadir melayani warga. Pemerataan pembangunan dan keselamatan masyarakat adalah prioritas. Tidak ada lagi alasan menunggu, tindakan nyata harus segera dilakukan.” (*)






Tinggalkan Balasan