Parepare, katasulsel.com — Nada itu tegas. Bukan basa-basi.

Tasming Hamid bicara lugas di forum Pertemuan Saudagar Parepare. Pesannya satu: pemerintah tidak bisa jalan sendiri.

Butuh saudagar. Butuh kolaborasi. Butuh investasi.

Acara yang digelar di Auditorium BJ Habibie itu jadi titik kumpul banyak kepentingan. Perbankan hadir. Kampus datang. Pengusaha dan tokoh masyarakat ikut merapat.

Semua berkumpul dalam satu ruang.

“Ini energi besar bagi Parepare,” kata Tasming.

Ia tidak menutup fakta. Selama ini, komunikasi antara pemerintah dan para saudagar berjalan terpisah. Datang sendiri-sendiri. Diskusi kecil. Tidak terarah.

Kini, pola itu ingin diubah.

“Kenapa tidak kita satukan?” ujarnya.

Dari situlah forum ini lahir. Bukan sekadar silaturahmi pasca-Idulfitri. Tapi upaya menyatukan ide. Menyatukan kekuatan.

Tasming ingin ada wadah tetap. Ruang bersama. Tempat bertemunya gagasan dan keputusan.

Targetnya jelas: investasi.

“Kita butuh sinergi. Pemerintah tidak bisa sendiri,” tegasnya.

Ia juga bicara jujur soal kondisi fiskal. Beban belanja daerah makin berat. Gaji PPPK melonjak. Ruang gerak anggaran makin sempit.

Artinya?

Daerah harus kreatif. Tidak bisa terus bergantung pada APBD.

“Kita harus buka peluang investasi seluas-luasnya,” katanya.

Tantangan lain juga tak kecil. Parepare bukan kota dengan lahan luas. Banyak program pusat mensyaratkan kawasan besar—industri, pertanian skala besar.

Parepare tidak punya itu.

Tapi Tasming tidak kehabisan akal.

Ia melihat peluang di sektor jasa, perdagangan, dan investasi berbasis perkotaan. Di sinilah peran saudagar jadi kunci.

Jaringan mereka luas. Modal mereka kuat. Insting bisnis mereka tajam.

“Di situ kekuatan kita,” ujarnya.

Pertemuan ini baru langkah awal. Tapi arah sudah dibaca.

Parepare ingin naik kelas.

Dan jalannya: kolaborasi. (*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.