Makassar, katasulsel.com — Nama tokoh pemuda asal Sidrap, Dr. Abdul Jabbar, menjadi pusat perhatian dalam dialog publik DPW PGK Sulawesi Selatan di Makassar.

Bukan tanpa alasan. Di tengah situasi global yang makin tak menentu, ia melontarkan peringatan keras: pemuda tidak boleh hanya jadi penonton.

Menjadi pembicara di Warkop Bundu, Jalan Talasalapang Raya, Makassar, Selasa (7/4/2026), Abdul Jabbar langsung mengunci arah diskusi.

Tema “Pemuda dan Stabilitas Daerah di Tengah Kekacauan Politik Global” ia jawab dengan satu pesan tegas: pemuda harus tampil sebagai penentu.

“Pemuda hari ini berada di titik krusial. Kalau tidak siap, bonus demografi justru bisa jadi beban,” tegasnya.

Ia memetakan tiga kunci utama yang tidak bisa ditawar: karakter, kompetensi, dan koneksi. Tanpa itu, kata dia, pemuda hanya akan terseret arus, bukan mengendalikan arah.

“Karakter membentuk integritas. Kompetensi menentukan daya saing. Koneksi membuka peluang. Tiga ini harus dimiliki,” ujarnya lugas.

Tak berhenti di situ, Abdul Jabbar juga menyoroti peran pemerintah dalam menjaga stabilitas daerah. Ia menegaskan bahwa ekonomi lokal harus menjadi fondasi utama.

“Pemerintah harus cerdas membaca potensi daerah. Jangan hanya bergantung. Bangun kolaborasi dengan masyarakat,” tegasnya lagi.

Pernyataan-pernyataan Abdul Jabbar memantik respons peserta. Puluhan pemuda yang hadir terlihat aktif berdiskusi, menunjukkan bahwa isu ini bukan sekadar wacana, tetapi kebutuhan nyata.

Kegiatan ini juga menghadirkan Sulaiman Naipon yang menyoroti pentingnya sinergi pemuda dan pemerintah, termasuk dalam menghadapi ancaman global hingga persoalan narkoba.

Sementara itu, Ketua DPW PGK Sulsel, Munawir Mihsan, menegaskan kegiatan ini menjadi momentum memperkuat organisasi dan nilai kebangsaan.

Namun, satu hal yang paling membekas dari forum ini adalah penegasan Abdul Jabbar:

Pemuda tidak lagi punya pilihan untuk diam.

Di tengah gejolak global, mereka harus berdiri di depan—menjadi penggerak, bukan sekadar pengikut.(edy)

Gambar berita Katasulsel