Makassar, Katasulsel.com β Kabar baik datang dari dunia kampus. Lewat kegiatan diseminasi hasil tracer study 2025, UIN Alauddin Makassar membeberkan fakta mengejutkan: mayoritas lulusannya ternyata cepat terserap di dunia kerja.
Acara yang digelar oleh Career Development Centre UIN Alauddin Makassar ini berlangsung di ruang senat kampus dan dihadiri jajaran pimpinan, ketua prodi, hingga perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gowa.
Wakil Rektor III, Muhammad Khalifah Mustami, menegaskan bahwa tracer study bukan sekadar data, tapi jadi βalat ukurβ penting apakah lulusan kampus benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
βIni jadi dasar kita benahi kurikulum supaya lulusan makin siap kerja,β ujarnya.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Yang paling mencuri perhatian adalah angka partisipasi alumni yang melonjak drastis. Kalau tahun sebelumnya hanya sekitar 1.700 responden, tahun ini tembus 9.084 alumni atau sekitar 59 persen.
Direktur CDC, Muh. Irwan, menyebut lonjakan ini menunjukkan kesadaran alumni untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan kampus.
Hasilnya pun cukup bikin optimis. Sebanyak 84 persen lulusan sudah bekerja, baik full time maupun part time. Bahkan, rata-rata waktu tunggu dapat kerja cuma sekitar 0,6 bulanβalias nggak sampai sebulan sudah ada peluang.
Diskusi dalam kegiatan ini juga berlangsung santai tapi berbobot, dipandu oleh moderator Andi Muhammad Syafar, dengan sesi tanya jawab yang aktif dari peserta.
Ke depan, kampus menargetkan data yang lebih luas dan akurat dengan memperkuat kolaborasi antar unit. Tujuannya jelas: memastikan lulusan UIN Alauddin Makassar bukan cuma lulus, tapi juga siap bersaing di dunia kerja.
Intinya, kampus mulai membuktikanβkuliah nggak cuma soal teori, tapi juga soal masa depan kerja yang nyata. (*)
