Yang paling dirugikan? Pengendara kecil. Petani. Ojek. Mereka yang hidupnya bergerak dengan liter demi liter.
Ketika Rp15 ribu tak lagi setara Rp15 ribu, itu bukan sekadar inflasi. Itu penurunan kualitas hidup.
Lalu siapa yang harus bergerak?
Pemerintah daerah tidak bisa hanya menonton. Aparat perlu turun—bukan sekadar memantau SPBU, tapi juga memetakan jalur distribusi hingga ke pengecer. Transparansi harga di tingkat bawah harus dibuka.
Karena kalau tidak, akan muncul dua harga: satu harga resmi, satu harga realita.
Dan masyarakat Sidrap sudah merasakan—harga realita seringkali lebih mahal. (*)
Halaman


