Di Rapat Koordinasi Cetak Sawah Rakyat dan Mitigasi Kekeringan Sulawesi Selatan 2026 di Hotel Dalton Makassar, Syaharuddin tak sekadar bicara soal pertanian. Ia membawa peta besar masa depan Sidrap.

Angka 700 lebih dulu jadi sorotan.

Sebanyak 700 hektare sawah berhasil dicetak dari target awal 1.500 hektare. Yang menarik, lahan itu tak berhenti jadi proyek, tetapi sudah masuk tahap panen.

Artinya, sawah yang dibuka benar-benar hidup.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Lalu muncul angka 7,2.

Produktivitas sawah baru itu mencapai rata-rata 7,2 ton gabah per hektare setiap musim panen.

Bagi daerah agraris seperti Sidrap, angka ini memperlihatkan bahwa kekuatan pangan daerah masih terjaga.

Namun Syaharuddin belum berhenti.

Ia memasang angka 600.

Sebanyak 600 hektare sawah baru ditargetkan kembali dicetak pada 2026. Ini menjadi langkah lanjutan untuk memperluas area tanam sekaligus memperkuat cadangan pangan.

Yang cukup unik, Syaharuddin juga menyoroti kekuatan alat di daerahnya.

Bukan 10. Bukan 50.

Tapi sekitar 300 hingga 400 unit alat berat disebut siap digerakkan.

Lewat skema swakelola, alat-alat ini bisa mempercepat proses cetak sawah tanpa harus menunggu mobilisasi dari luar Sulawesi Selatan.

Cepat, hemat, dan lebih fleksibel.

Lalu datang angka besar berikutnya: 1 juta ton.

Pemimpin Redaksi
Edy Basri adalah Pemimpin Redaksi Katasulsel.com. Lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers sejak 2018 (Wartawan Utama). Sebelumnya sebagai jurnalis di Koran Harian Fajar.