Sidrap menegaskan dukungan terhadap target produksi gabah nasional sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan Indonesia.
Tapi angka paling mencuri perhatian ada di ujung pembahasan.
20 ribu hektare.
Jika usulan Survey Investigation Design (SID) rampung, pengembangan lahan pertanian di Sidrap disebut bisa mencapai 20 ribu hektare.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Sebuah peluang besar yang bisa mengubah wajah pertanian daerah dalam beberapa tahun ke depan.
Tak hanya sawah, Syaharuddin juga menyerahkan proposal penguatan infrastruktur air ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Mulai dari irigasi modern, embung, jaringan perpipaan, long storage, jaringan tersier, hingga dam parit masuk dalam usulan agar sawah yang dicetak tak sekadar luas, tapi juga produktif.
Dari rakor itu, Syaharuddin Alrif menunjukkan satu pesan penting: Sidrap tak sedang bicara mimpi.
700 hektare sudah panen.
7,2 ton produktivitas.
600 hektare siap ditambah.
400 alat berat siaga.
1 juta ton gabah dituju.
20 ribu hektare dibidik.
Di tengah ancaman kekeringan, Sidrap memilih menjawab lewat angka. Dan Syaharuddin Alrif sedang menulis masa depan pertanian dari hitungan yang nyata. (*)
