Gowa, Katasulsel.com.– Warga Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, diguncang penemuan jasad bayi laki-laki dalam kondisi mengenaskan, Senin (13/4/2026). Bayi itu ditemukan di dalam boks plastik yang diletakkan di atas gerobak es cendol, tak jauh dari kawasan Jembatan Benteng Somba Opu.

Awalnya, boks tersebut tak menimbulkan kecurigaan. Warga mengira hanya barang titipan yang sengaja ditinggalkan. Namun, setelah dibiarkan sejak sehari sebelumnya tanpa ada yang mengambil, rasa curiga mulai muncul.

Keputusan warga untuk melapor menjadi titik balik. Saat petugas membuka boks, suasana langsung berubah mencekam. Di dalamnya, ditemukan jasad bayi yang sudah dalam kondisi membusuk.

Saksi mata, Daeng Limpo, mengaku warga tidak berani membuka boks itu sendiri. Dugaan awal sebagai barang biasa berubah menjadi tragedi yang menyisakan duka.

Petugas kepolisian bersama tim medis dari Puskesmas Kanjilo dan Biddokkes Polda Sulawesi Selatan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari pemeriksaan awal, bayi diketahui berjenis kelamin laki-laki, terbungkus kain sarung dan lapisan kantong plastik.

Dantim Forensik Biddokkes, Ipda Sultan, menyebut kondisi jasad sudah memasuki fase pembusukan lanjut. Perkiraan sementara, bayi tersebut telah meninggal dua hingga tiga hari sebelum ditemukan.

Fakta ini mempertegas bahwa jasad itu sengaja ditinggalkan dan bukan peristiwa yang baru terjadi. Artinya, ada jeda waktu yang cukup lama sebelum akhirnya terungkap—celah yang kini menjadi fokus penyelidikan.

Jasad bayi kemudian dievakuasi ke fasilitas forensik milik Polda Sulawesi Selatan untuk menjalani autopsi. Langkah ini penting untuk memastikan penyebab kematian sekaligus membuka kemungkinan adanya unsur pidana.

Sementara itu, aparat dari Unit Reskrim Polsek Barombong bersama Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gowa mulai memburu pihak yang bertanggung jawab.

Kasus ini bukan sekadar penemuan jasad, tetapi juga cermin dari persoalan sosial yang lebih dalam—mulai dari tekanan ekonomi, stigma, hingga minimnya akses perlindungan bagi ibu dan anak. Di balik boks plastik itu, ada cerita yang belum terungkap.

Kini, masyarakat menunggu jawaban: siapa yang tega meninggalkan bayi tersebut, dan apa motif di baliknya. Polisi dituntut bergerak cepat, bukan hanya untuk mengungkap pelaku, tetapi juga mengembalikan rasa aman yang sempat terkoyak. (*)

Gambar berita Katasulsel