Makassar, Katasulsel.com β Tragedi berdarah pecah di Jalan Bontomanai, Kecamatan Biringkanaya, Senin (13/4) dini hari. Seorang pria bernama Saparudin (40) mengamuk dan menyerang keluarganya sendiri dengan parang. Satu orang tewas, sementara istrinya kini berjuang antara hidup dan mati.
Korban tewas adalah Rauf (45), sepupu pelaku yang datang untuk melerai. Sementara istri pelaku, Mirna (38), mengalami luka berat di bagian tubuh dan masih menjalani perawatan intensif.
Peristiwa ini bukan sekadar konflik rumah tangga biasa. Polisi mengungkap, pemicu awal berasal dari permintaan uang untuk bermain judi online yang ditolak oleh korban.
Dalam kondisi dipengaruhi minuman keras, emosi pelaku memuncak. Cekcok berubah menjadi kekerasan brutal. Parang yang seharusnya menjadi alat kerja, berubah menjadi senjata mematikan di dalam rumah sendiri.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
βAwalnya hanya pertengkaran karena uang. Tapi pelaku dalam kondisi mabuk, sehingga tidak terkendali,β ungkap Hamka di lokasi kejadian.
Saat keributan terjadi, Rauf datang dengan niat menenangkan situasi. Namun upaya damai itu justru berujung petaka. Ia diserang dan mengalami luka fatal di bagian leher hingga meninggal di tempat.
Aparat dari Unit Jatanras Polrestabes Makassar bersama tim Resmob Polsek Biringkanaya langsung bergerak cepat. Olah tempat kejadian perkara dilakukan, senjata tajam diamankan, dan pengejaran terhadap pelaku dilancarkan.
Namun hingga kini, pelaku masih buron.
Kasus ini kembali membuka wajah gelap fenomena judi online di masyarakat. Bukan hanya merusak ekonomi keluarga, tetapi juga memicu ledakan emosi yang berujung kekerasan.
Di banyak kasus, judol menjadi pintu masuk konflik rumah tanggaβdari utang, kebohongan, hingga tekanan psikologis. Ketika ditambah alkohol, kombinasi ini kerap menjadi βbom waktuβ yang meledak tanpa kendali.
Kini, satu nyawa melayang. Satu lainnya kritis. Dan satu pelaku dalam pelarian.
Tragedi ini menjadi pengingat keras: persoalan kecil yang dibiarkan, bisa berubah menjadi bencana besarβterutama ketika emosi, alkohol, dan kecanduan bertemu dalam satu ruang.
Update terbaru: 13 April 2026 14:13 WIB
