MAKASSAR—Mencari kamar hotel di Makassar pekan ini bukan perkara mudah.

Telepon demi telepon dijawab dengan kalimat yang sama.

“Maaf, kamar sudah penuh.”

Bahkan, beberapa hotel sudah lebih dulu menutup daftar pemesanan.

Bukan karena musim liburan.

Bukan pula karena konser musik.

Yang membuat Makassar sesak justru ribuan tamu dari seluruh Indonesia yang datang mengikuti Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan peringatan Hari Ulang Tahun ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas).

Dampaknya langsung terasa.

Hotel-hotel yang sebelumnya hanya mencatat tingkat hunian sekitar 40 hingga 45 persen, kini melonjak hingga menembus 85 sampai 90 persen. Sebagian bahkan mencapai status full booked.

Ketua PHRI Sulawesi Selatan, Anggiat Sinaga, menyebut lonjakan itu sebagai berkah bagi industri perhotelan yang beberapa waktu terakhir bergerak relatif datar.

“Hampir semua hotel di Makassar merasakan dampaknya. Bahkan ada yang sudah penuh,” ujarnya.

Menariknya, tamu tidak hanya terkonsentrasi di satu kawasan.

Pameran Dekranas di Trans Studio Mall membuat hotel-hotel di kawasan Tanjung Bunga hingga Pantai Losari dipenuhi pengunjung.

Sementara agenda HKG PKK yang dipusatkan di Hotel Claro ikut menghidupkan kawasan Jalan AP Pettarani dan sekitarnya.

Efeknya merata.

Inilah yang jarang terjadi dalam sebuah kegiatan nasional.

Peserta yang datang pun tidak sekadar singgah semalam. Rata-rata mereka menginap hingga empat hari. Waktu tinggal yang lebih panjang itu membuat uang tidak berhenti di meja resepsionis hotel.

Ia mengalir ke restoran.

Masuk ke kendaraan sewa dan transportasi daring.

Berputar di pusat perbelanjaan.

Hingga mampir ke lapak-lapak UMKM yang menjual kuliner dan cendera mata.

Konfliknya justru muncul bagi tamu dadakan.

Mereka harus berpacu mencari sisa kamar yang masih tersedia, sementara pilihan semakin menipis. Sebagian hotel dilaporkan hanya menyisakan sekitar lima hingga sepuluh persen kamar kosong.

Bagi pelaku industri pariwisata, kondisi ini menjadi bukti bahwa sebuah agenda nasional tidak hanya menghadirkan seremoni.

Ia juga menghidupkan denyut ekonomi kota.

Dan pekan ini, Makassar bukan sekadar menjadi tuan rumah.

Makassar sedang menikmati bagaimana ribuan tamu mampu mengubah kamar-kamar kosong menjadi sumber perputaran ekonomi.

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Makassar Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Makassar hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Makassar terbaru di sini