BARRU β€” Musuh yang paling berbahaya sering kali tidak membawa senjata.

Ia datang dalam bentuk ajakan.

“Sekali coba.”

Kalimat pendek itu, kata para penegak hukum, telah menyeret banyak remaja ke ruang sidang.

Karena itulah, Pengadilan Negeri Barru memilih keluar dari gedung pengadilan. Hakim tidak menunggu pelaku datang untuk diadili. Mereka mendatangi para pelajar lebih dulu.

Tempatnya bukan ruang persidangan.

Melainkan Mal Pelayanan Publik Masiga.

Di sana berkumpul kepala sekolah, pengurus OSIS, Forkopimda, hingga Pemerintah Kabupaten Barru dalam sosialisasi bahaya narkotika, kenakalan remaja, dan pencegahan perkawinan anak.

Hakim PN Barru, Hesty Ayuningtyas, berbicara tanpa bahasa hukum yang rumit.

Ia memilih membawa cerita dari balik meja hijau.

Tentang remaja yang awalnya hanya ingin dianggap keren, lalu berubah menjadi pecandu.

Tentang pelajar yang putus sekolah.

Tentang anak yang mencuri uang orang tuanya demi membeli narkoba.

Tentang keluarga yang pecah karena satu barang haram.

“Banyak perkara yang kami tangani berawal dari narkotika. Setelah itu muncul judi online, pencurian, kekerasan, hingga masa depan yang hilang,” katanya.

Di situlah konfliknya.

Di satu sisi, anak muda sedang hidup di zaman yang menawarkan kebebasan tanpa batas.

Di sisi lain, godaan yang datang juga semakin banyakβ€”narkoba, pergaulan bebas, hingga perjudian digital yang sering menjadi pintu masuk ke tindak pidana.

Pengadilan hanya menjadi garis akhir.

Sementara pertarungan sesungguhnya dimulai jauh sebelum seseorang memakai rompi tahanan.

Bupati Barru, A. Ina Kartika Sari, menyadari pertarungan itu tidak bisa dimenangkan oleh polisi, jaksa, atau hakim saja.

Sekolah harus ikut menjaga.

Orang tua harus lebih peka.

Lingkungan tidak boleh diam.

“Tidak ada ruang bagi narkoba, pornografi, kenakalan remaja, maupun perkawinan anak di Kabupaten Barru,” tegasnya.

Di akhir kegiatan, seluruh unsur Forkopimda menandatangani deklarasi bersama.

Namun perang melawan narkoba tidak pernah selesai hanya dengan tanda tangan.

Karena musuhnya tidak selalu terlihat.

Kadang ia menyelinap lewat teman sebaya.

Kadang lewat layar ponsel.

Dan ketika akhirnya bertemu hakim di ruang sidang, sering kali semuanya sudah terlambat.

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Barru Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Barru hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Barru terbaru di sini