Barru, Katasulsel.com – Data terbaru menunjukkan perkembangan positif dalam penanganan kemiskinan di Kabupaten Barru. Berdasarkan publikasi Barru dalam Angka 2025, jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 14,13 ribu jiwa atau 8,00 persen dari total penduduk.

Angka ini menjadi kelanjutan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir. Sebelumnya, tingkat kemiskinan Barru berada pada 8,46 persen pada 2023, kemudian turun menjadi 8,31 persen pada 2024, hingga akhirnya mencapai 8,00 persen pada 2025.

Secara kumulatif, penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan bertahap dalam kondisi ekonomi masyarakat.

Selain persentase kemiskinan, sejumlah indikator lain juga memberikan gambaran yang lebih rinci. Garis Kemiskinan di Barru tercatat sebesar Rp426.792 per kapita per bulan.

Sementara itu, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) berada di angka 0,94, dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) tercatat 0,17.

Dua indikator ini menunjukkan bahwa jarak pengeluaran masyarakat miskin terhadap garis kemiskinan semakin menyempit, serta tingkat ketimpangan di antara kelompok miskin relatif rendah.

Dengan kata lain, meski masih terdapat 14,13 ribu jiwa yang masuk kategori miskin, kondisi mereka secara rata-rata berada lebih dekat ke garis kesejahteraan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Tren ini menjadi sinyal bahwa berbagai intervensi pembangunan dan program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Barru mulai menunjukkan hasil yang terukur.

Namun demikian, angka tersebut juga menegaskan bahwa pekerjaan rumah masih tersisa, mengingat masih ada ribuan warga yang berada di bawah garis kemiskinan dan membutuhkan perhatian berkelanjutan.

Dengan capaian 8,00 persen pada 2025, Barru kini berada pada fase penting: mempertahankan tren penurunan sekaligus mempercepat penurunan jumlah penduduk miskin secara lebih signifikan di tahun-tahun mendatang. (din)