Soppeng, Katasulsel.com – Suasana Desa Congko, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, tampak berbeda saat sekelompok warga berkumpul mengikuti demo masak yang tak biasa. Bukan sekadar belajar memasak, warga justru diajak memahami cara baru menikmati makanan sehat tanpa ketergantungan pada garam.

Kegiatan bertajuk “Sayur Daun Kelor Gurih Tanpa Garam” ini merupakan inovasi edukasi pencegahan asam urat yang digagas mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) III Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.

Di lokasi kegiatan, warga diperlihatkan langsung proses pengolahan sayur daun kelor yang biasanya dianggap sederhana, namun kali ini diolah dengan pendekatan berbeda: tanpa garam maupun penyedap rasa buatan.

Sebagai pengganti rasa gurih, digunakan bumbu alami seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai. Hasilnya, peserta justru dibuat penasaran karena rasa yang tetap lezat meski tanpa tambahan garam.

Kegiatan dipandu oleh Nurani bersama Selwita, dengan peserta sebanyak 16 orang yang mengikuti seluruh rangkaian dengan antusias.

Bukan hanya memasak, warga juga diajak memahami bahwa kebiasaan mengurangi garam bukan sekadar tren kesehatan, tetapi bagian penting untuk mencegah penyakit tidak menular seperti hipertensi, gangguan ginjal, hingga asam urat.

Mahasiswa PBL III menjelaskan bahwa daun kelor memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap, mulai dari vitamin A, vitamin C, zat besi, kalsium, hingga antioksidan yang bermanfaat bagi daya tahan tubuh.

Yang menarik, banyak peserta mengaku baru mengetahui bahwa makanan sehat ternyata tetap bisa memiliki rasa yang enak tanpa harus bergantung pada garam.

Suasana kegiatan pun berlangsung interaktif. Warga tidak hanya menyimak, tetapi juga aktif bertanya tentang cara mengolah makanan sehat untuk keluarga sehari-hari.

Dari dapur sederhana di Desa Congko, pesan yang muncul cukup jelas: pola makan sehat tidak harus mahal, dan perubahan besar bisa dimulai dari cara paling sederhana—mengurangi garam di dapur rumah sendiri.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa PBL III FKM Unhas berharap kebiasaan kecil tersebut dapat menjadi langkah nyata masyarakat dalam mencegah asam urat dan meningkatkan kualitas kesehatan keluarga di Soppeng. (*)