Soppeng, Katasulsel.com — Jika ada satu daerah di Sulawesi Selatan yang memiliki identitas berbeda dari kabupaten lainnya, maka Soppeng adalah salah satunya.

Kabupaten yang berjarak sekitar 180 kilometer dari Makassar ini tidak dikenal karena gedung pencakar langit atau pusat perbelanjaan modern. Sebaliknya, Soppeng justru terkenal karena penghuni yang tak biasa: ribuan kalong atau kelelawar raksasa yang hidup berdampingan dengan masyarakat di pusat kota.

Pemandangan tersebut dapat disaksikan di kawasan Watansoppeng, ibu kota Kabupaten Soppeng. Menjelang senja, ribuan kalong bergelantungan di pohon-pohon besar yang tumbuh di tengah kota. Ketika matahari mulai tenggelam, kawanan kelelawar itu terbang memenuhi langit, menciptakan panorama yang menjadi ikon daerah berjuluk “Kota Kalong” tersebut.

Keberadaan koloni kalong ini telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi daya tarik yang membuat banyak wisatawan penasaran.

Namun Soppeng bukan hanya tentang kalong.

Kabupaten yang terdiri atas delapan kecamatan ini menyimpan kekayaan alam yang menjadikannya salah satu destinasi wisata unggulan di Sulawesi Selatan.

Salah satu yang paling terkenal adalah Taman Wisata Alam Lejja. Berada di kawasan pegunungan Kecamatan Marioriawa, Lejja menawarkan pemandian air panas alami yang dikelilingi hutan tropis. Air panasnya berasal dari aktivitas geothermal alami yang telah lama dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat rekreasi dan relaksasi.

Tak jauh berbeda, Permandian Alam Ompo juga menjadi destinasi favorit warga lokal. Sumber mata air yang jernih dan suasana yang sejuk menjadikan kawasan ini ramai dikunjungi saat akhir pekan maupun musim liburan.

Bagi pecinta budaya, Soppeng memiliki Rumah Adat Sao Mario, sebuah kawasan wisata budaya yang menampilkan beragam bentuk rumah adat Nusantara. Tempat ini menjadi ruang edukasi yang memperkenalkan kekayaan arsitektur tradisional Indonesia kepada generasi muda.

Secara geografis, Soppeng berada di kawasan daratan Sulawesi Selatan dengan bentang alam yang didominasi dataran rendah dan perbukitan. Kondisi tersebut membuat daerah ini dikenal sebagai salah satu sentra pertanian dan perkebunan di wilayah Ajatappareng.

Di balik perkembangan modern yang terus berjalan, Soppeng tetap mempertahankan identitasnya sebagai daerah yang dekat dengan alam dan budaya.

Mungkin itulah alasan mengapa banyak orang yang datang ke Soppeng tidak hanya membawa foto-foto wisata. Mereka juga membawa pengalaman melihat sebuah kota yang memiliki hubungan unik antara manusia, alam, dan tradisi yang masih terjaga hingga hari ini.

Ketika senja tiba dan ribuan kalong mulai terbang di langit Watansoppeng, pengunjung akan memahami bahwa Soppeng bukan sekadar sebuah kabupaten di Sulawesi Selatan. Ia adalah daerah dengan cerita yang tidak dimiliki tempat lain. (din)