Dairi, katasulsel.com – Musibah yang paling menyakitkan terkadang datang ketika seseorang baru saja mulai menikmati hasil kerja kerasnya.

Itulah yang dialami keluarga Dapot Situmorang dan istrinya, boru Simbolon, warga Dusun II Lae Pinagar, Desa Perjuangan, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Rumah yang baru selesai direnovasi sekitar empat bulan lalu hangus dilalap api pada Sabtu (27/6/2026) sore.

Ironisnya, saat kobaran api menghabiskan seluruh bangunan, tidak seorang pun anggota keluarga berada di rumah. Dapot Situmorang, istri, dan anak mereka sedang bekerja di ladang seperti hari-hari biasanya.

Ketika mereka mencari nafkah, api justru menghapus hasil jerih payah yang selama ini dikumpulkan sedikit demi sedikit.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Dairi, Amudi Situmeang, mengatakan rumah semi permanen tersebut terbakar hingga rata dengan tanah.

“Rumah itu baru selesai direhabilitasi sekitar empat bulan lalu. Namun seluruh bangunan hangus terbakar,” ujarnya.

Begitu menerima laporan, tim pemadam kebakaran bergerak dari Sidikalang dan Sumbul menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.

Namun besarnya kobaran api membuat bangunan tidak dapat diselamatkan.

Tidak hanya rumah yang musnah, seluruh harta benda di dalamnya juga ikut terbakar.

Kepala Desa Perjuangan, Hotler Sihombing, mengaku prihatin atas musibah yang menimpa warganya tersebut.

Menurutnya, keluarga Dapot Situmorang dikenal sebagai keluarga pekerja keras yang selama ini berupaya memperbaiki kondisi ekonomi melalui hasil pertanian.

“Kasihan sekali. Rumahnya baru selesai diperbaiki, tetapi tidak ada barang yang sempat diselamatkan,” katanya.

Bagi keluarga petani di pedesaan, membangun atau merenovasi rumah bukan pekerjaan yang mudah.

Sering kali membutuhkan waktu bertahun-tahun, hasil panen yang dikumpulkan sedikit demi sedikit, bahkan pengorbanan kebutuhan lain demi memiliki tempat tinggal yang lebih layak.

Karena itu, kebakaran yang menghanguskan rumah tersebut bukan hanya kehilangan bangunan fisik, tetapi juga hilangnya simbol perjuangan keluarga yang selama ini bekerja keras di ladang.

Hingga kini penyebab kebakaran masih belum diketahui secara pasti.

Sementara itu, keluarga korban kini harus menghadapi kenyataan pahit bahwa rumah yang baru mereka renovasi dalam hitungan bulan telah berubah menjadi puing-puing akibat amukan si jago merah.

Di tengah duka yang mereka alami, perhatian dan kepedulian masyarakat sekitar menjadi harapan agar keluarga tersebut dapat kembali bangkit dan memulai kehidupan dari awal. (*)