Sidikalang, Katasulsel.com – Seorang pelajar SMP di salah satu desa di Kabupaten Dairi Sumatera Utara diduga menjadi korban kekerasan seksual. Perempuan dimaksud tengah hamil tua dan dalam waktu dekat akan melahirkan.

Namun siapa pelaku asusila, hingga kini belum diungkap korban.

Hal itu disampaikan Kapolres, AKBP Otniel Siahaan melalui Kasie Humas, AKP Syahril Ramadhan di Sidikalang, Jumat (25/6/2026).

“Dalam waktu dekat korban akan melahirkan. Tetapi, dia tidak mau menyebut siapa pelaku cabul”, kata Syahril.

Kasus itu sedang dalam tahap penyelidikan. Beberapa saksi telah dimintai keterangan.

Kepala UPTD Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB , Eva Napitupulu mengatakan, pihaknya bersama Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan kepolisian melakukan pendampingan terhadap korban.

“Korban dan bayi dalam kandungan harus diselamatkan. Diharap, nantinya korban akan kembali pada kondisi normal”, kata Eva.

Hanya saja, upaya tim lintas lembaga belum maksimal lantaran korban tetap menutup rapat kronologis yang menimpanya.

“Korban tidak mau menuturkan kronologis dan siapa pelaku”, kata Eva.

Kejadian ini mengemuka sekitar 1 bulan belakangan. Itu bermula dari kecurigaan guru terhadap fisik korban. Sebagai seorang perempuan dan berstatus pelajar, terlihat ada kejanggalan. Hal itu diberitahukan guru kepada ibu korban.

Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan medis di Puskesmas. Hasilnya, positif hamil.

“Hasil pemeriksaan medis, positif hamil”, kata Eva.

Kasus itu dilapor ke kepala desa hingga bergulir ke proses hukum.

Eva menyebut, orang tua korban tinggal satu rumah bersama kakek dan saudara kandung ayahnya.

“Jadi, satu rumah ditempati 3 keluarga”, kata Eva.

Sehari-hari, korban tidur bersama ayah dan ibunya. Guna memberi pendampingan maksimal, sesungguhnya, Dinas Perlindungan Anak berkeinginan membawa korban ke rumah perlindungan. Namun, perempuan dimaksud menolak. Ia tetap tinggal di kediaman mereka. Dari sisi ekonomi, keluarga itu kategori tidak mampu.(*)