Sidrap, katasulsel.com — Banyak pejabat baru biasanya memulai hari-hari pertama dengan rapat atau seremoni lainnya.

Namun ada pemandangan berbeda di halaman Mapolres Sidrap, Senin (10/8/2026) pagi.

Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda justru terlihat berkeliling memeriksa satu per satu kendaraan dinas milik Polres Sidrap. Tidak hanya melihat dari jauh. Ia mendekat, memperhatikan kondisi kendaraan, bahkan beberapa kali mencoba langsung sepeda motor dinas yang digunakan personel.

Sekilas, kegiatan itu tampak sederhana.

Tetapi bagi organisasi yang bertugas melayani masyarakat selama 24 jam, kondisi kendaraan dinas bukan perkara kecil.

Mobil patroli yang mogok. Motor dinas yang tidak prima. Kendaraan operasional yang terlambat bergerak. Semua bisa berujung pada lambatnya pelayanan kepada warga.

Karena itulah, di awal masa kepemimpinannya, AKBP Indra Waspada Yuda memilih memastikan “mesin” pelayanan Polres Sidrap benar-benar siap bekerja.

“Ranmor dinas yang baik dan bagus, harapan kita bisa mendukung tugas-tugas Polri kepada masyarakat agar jauh lebih maksimal,” ujar Kapolres di sela-sela pemeriksaan.

Pelayanan Publik Dimulai dari Garasi

Dalam dunia kepolisian, masyarakat biasanya hanya melihat hasil akhirnya.

Ketika polisi tiba di lokasi kecelakaan.

Ketika patroli hadir saat dibutuhkan.

Ketika laporan warga cepat ditindaklanjuti.

Padahal di balik itu ada satu mata rantai yang jarang diperhatikan: kesiapan sarana dan prasarana.

Kapolres Sidrap tampaknya memahami hal tersebut.

Alih-alih menunggu laporan kerusakan, ia memilih turun langsung memeriksa aset operasional yang setiap hari menjadi ujung tombak pelayanan kepolisian.

Pengecekan dilakukan terhadap kendaraan roda dua maupun roda empat milik Polres Sidrap. Kondisi fisik kendaraan, kelayakan operasional hingga pemanfaatannya menjadi perhatian.

Bagi AKBP Indra Waspada Yuda, kendaraan dinas bukan sekadar inventaris kantor.

Ia adalah alat pelayanan masyarakat.

Pesan untuk Anggota

Di sela pemeriksaan, Kapolres juga memberikan pesan khusus kepada personel yang memegang kendaraan dinas.

Menurutnya, aset negara harus dijaga sebagaimana menjaga milik pribadi.

“Tolong agar ranmor dijaga seperti milik pribadi. Dengan demikian umur dari ranmor dinas akan bertahan lebih lama dan tentunya dapat bermanfaat kepada masyarakat luas,” tegasnya.

Pesan tersebut mungkin terdengar sederhana.

Namun di lingkungan birokrasi, budaya merawat aset sering kali menjadi pembeda antara organisasi yang efektif dan organisasi yang sekadar berjalan rutin.

Merawat kendaraan bukan hanya soal menghemat anggaran.

Tetapi juga memastikan pelayanan tidak terhambat ketika masyarakat membutuhkan kehadiran polisi.

Gaya Kepemimpinan yang Mulai Terlihat

Meski masih tergolong baru memimpin Polres Sidrap, sejumlah langkah AKBP Indra Waspada Yuda mulai memperlihatkan pendekatan kepemimpinannya.

Ia tampak memilih turun langsung melihat kondisi di lapangan dibanding hanya menerima laporan di atas meja.

Dalam pengecekan tersebut, Kapolres bahkan terlihat meneliti kendaraan satu per satu bersama jajaran.

Mulai dari Wakapolres, Kabag Log, Kasat Lantas, Kasat Samapta hingga Kasi Propam turut mendampingi kegiatan tersebut.

Langkah ini sekaligus memberi pesan kepada seluruh personel bahwa pelayanan publik tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, tetapi juga dari kesiapan alat dan sumber daya yang mendukungnya.

Karena bagi masyarakat, yang terpenting bukan berapa banyak kendaraan yang dimiliki kepolisian.

Melainkan seberapa cepat kendaraan itu bergerak ketika warga membutuhkan bantuan.

Dan di awal masa tugasnya di Bumi Nene Mallomo, AKBP Indra Waspada Yuda tampaknya ingin memastikan kesiapan itu dimulai dari hal paling dasar: kendaraan operasional yang siap jalan kapan saja. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini