Sidrap, Katasulsel.com β Banyak program lahir dengan anggaran besar.
Sebagian membutuhkan aplikasi.
Sebagian lagi memerlukan perangkat canggih.
Namun di Sidrap, sebuah langkah sederhana justru dipilih untuk menjawab persoalan yang sering dialami masyarakat: siapa yang harus dihubungi saat butuh polisi?
Pertanyaan itu terdengar sepele.
Tetapi ketika terjadi pencurian, keributan, ancaman, kekerasan dalam rumah tangga, atau keadaan darurat lainnya, tidak sedikit warga yang kebingungan mencari nomor polisi yang bisa dihubungi dengan cepat.
Dari situ lahir gagasan Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda.
Programnya sederhana.
Nomor polisi ditempel di rumah warga.
Melalui program tersebut, Polres Sidrap memasang stiker informasi kontak kepolisian yang berisi Nomor Layanan Polisi 110 serta nomor telepon Bhabinkamtibmas yang bertugas di desa maupun kelurahan masing-masing.
Sekilas hanya stiker.
Namun di balik stiker itu tersimpan tujuan yang lebih besar.
Membuat jarak antara masyarakat dan polisi menjadi lebih dekat.
Membuat warga tidak perlu lagi bertanya ke sana kemari ketika membutuhkan bantuan.
Dan membuat akses terhadap pelayanan kepolisian berada tepat di depan pintu rumah.
“Kadang masalah bukan karena polisi jauh, tetapi karena nomor yang harus dihubungi tidak diketahui,” ujar seorang warga yang mengetahui program tersebut.
Melalui pemasangan stiker itu, masyarakat dapat langsung mengetahui ke mana harus menghubungi ketika membutuhkan bantuan, baik melalui Call Center Polri 110 maupun Bhabinkamtibmas yang bertugas di wilayahnya.
Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Sidrap untuk menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah dan responsif.
βKami ingin masyarakat tidak kesulitan ketika membutuhkan kehadiran Polisi. Dengan adanya stiker yang mencantumkan nomor 110 dan nomor Bhabinkamtibmas di setiap rumah, masyarakat dapat mengetahui dengan mudah ke mana harus menghubungi ketika membutuhkan bantuan Polri,β ujar Indra.
Di banyak daerah, Bhabinkamtibmas sering disebut sebagai “ujung tombak” Polri di tengah masyarakat.
Mereka yang pertama menerima keluhan warga.
Mereka pula yang paling dekat dengan berbagai persoalan yang muncul di lingkungan desa dan kelurahan.
Karena itu, keberadaan nomor kontak yang mudah diakses dinilai dapat mempercepat penyampaian informasi, mulai dari gangguan keamanan, perselisihan warga, hingga laporan keadaan darurat.
Polres Sidrap berharap program tersebut tidak hanya menjadi media penyampaian nomor telepon.
Lebih dari itu, menjadi jembatan komunikasi antara warga dan kepolisian.
Bhabinkamtibmas juga diharapkan semakin aktif membangun komunikasi, menerima laporan maupun keluhan masyarakat, lalu meneruskannya kepada satuan terkait untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
Sederhana memang.
Hanya selembar stiker yang menempel di dinding rumah.
Namun bagi warga yang suatu malam membutuhkan pertolongan, nomor kecil yang tertulis di sana bisa menjadi akses tercepat menuju bantuan.
Dan terkadang, rasa aman memang dimulai dari hal-hal yang sederhana.
