Konawe Utara, Katasulsel.com β Sebanyak 11 nelayan berhasil selamat setelah kapal motor KM Cahaya Fitrah 03 yang mereka tumpangi tenggelam akibat diterjang cuaca buruk di perairan Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Minggu (26/7/2026).
Para nelayan sempat mengalami detik-detik mencekam dengan bertahan di tengah laut selama sekitar tiga jam sebelum akhirnya ditemukan dan dievakuasi oleh Tim Rescue Basarnas Kendari.
Insiden laut di wilayah Konawe Utara itu bermula saat KM Cahaya Fitrah 03 yang mengangkut hasil tangkapan ikan berlayar dari Pulau Panimbawa menuju Kota Kendari. Di tengah perjalanan, kapal diduga mengalami kebocoran setelah dihantam gelombang tinggi dan cuaca ekstrem.
Kondisi laut yang tidak bersahabat membuat kerusakan pada lambung kapal semakin parah hingga akhirnya kapal tenggelam dan tidak mampu melanjutkan pelayaran.
Sebelas nelayan yang berada di atas kapal terpaksa menyelamatkan diri dan bertahan di tengah lautan lepas sambil menunggu bantuan datang.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Kendari, Saiful Wijanarta, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan tim penyelamat begitu menerima laporan darurat mengenai kapal tenggelam di perairan Konawe Utara.
“Setelah menerima laporan darurat, Tim Rescue Basarnas Kendari langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian,” ujarnya.
Tim SAR kemudian melakukan pencarian di sekitar perairan antara Pulau Labengki dan Pulau Tiga yang masih masuk dalam kawasan perairan Konawe Utara.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 05.15 WITA, seluruh korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat pada jarak sekitar 3,6 mil laut dari titik awal kejadian.
Petugas kemudian mengevakuasi para nelayan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Basarnas Kendari. Satu per satu korban diangkat dari tengah laut sebelum dibawa menuju daratan.
Meski terlihat kelelahan setelah berjam-jam dihantam ombak dan angin laut, seluruh nelayan dipastikan selamat tanpa korban jiwa.
Sekitar pukul 09.00 WITA, para korban tiba di Dermaga Basarnas Kendari dan langsung disambut anggota keluarga yang telah menunggu dengan penuh kecemasan sejak kabar tenggelamnya kapal diterima.
Dengan berhasil ditemukannya seluruh korban dalam kondisi selamat, operasi SAR resmi ditutup.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi nelayan dan pengguna transportasi laut di Konawe Utara untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar. Cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang kerap terjadi di perairan Sulawesi Tenggara dapat membahayakan keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal-kapal nelayan yang beroperasi di laut terbuka.
Beruntung dalam musibah kapal tenggelam di Konawe Utara ini, seluruh awak berhasil diselamatkan. Namun kejadian tersebut menjadi peringatan bahwa faktor cuaca di wilayah perairan Konawe Utara harus selalu menjadi perhatian utama sebelum melaut. (*)
