Sinjai, Katasulsel.com — Sebuah bukit di tengah Kabupaten Sinjai menyimpan jejak kehidupan masyarakat yang jauh lebih tua daripada sejarah kerajaan-kerajaan yang dikenal sekarang. Di atas bukit itu terdapat batu pahatan, makam kuno, lumpang batu, dan sejumlah tinggalan arkeologis lainnya.
Situs tersebut dikenal sebagai Taman Purbakala Batu Pake Gojeng.
Batu Pake Gojeng berada di Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara. Situs ini ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat nasional melalui SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 240/M/1999 pada 4 Oktober 1999. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan mencatat periodisasinya sebagai masa pra-Islam.
Batu yang Dipahat di Atas Bukit
Nama Batu Pake Gojeng berasal dari dua bagian. Batu pake berarti batu yang dipahat, sedangkan Gojeng merupakan nama kawasan tempat tinggalan tersebut ditemukan.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan mencatat lokasi tersebut berada di atas puncak bukit dan merupakan lokasi pemakaman Raja-Raja Batu Pake Gojeng beserta keluarganya.
Penelitian mengenai situs ini menunjukkan karakter peninggalannya berkaitan dengan tradisi megalitik.
Pahatan pada batu dibuat pada batuan dasar atau bedrock. Bentuk pahatan tersebut antara lain berupa bidang segi empat dan memiliki arah hadap timur-barat. Di kawasan yang sama ditemukan pula lumpang batu, sumur batu, altar batu, alat batu, serta berbagai tinggalan lainnya.
Ada Kuburan Batu dan Temuan Arkeologis
Batu Pake Gojeng bukan hanya terdiri atas batu pahatan yang berdiri di permukaan.
Penelitian arkeologi yang pernah dilakukan pada 1982 menemukan sejumlah tinggalan, termasuk fosil gigi manusia. Temuan lain yang tercatat dalam penelitian mengenai situs tersebut berupa keramik asing, alat batu, peti mayat, lumpang batu, dan sumur batu.
Lumpang batu yang ditemukan memiliki ukuran beragam. Beberapa di antaranya berdiameter sekitar 10 hingga 50 sentimeter, sedangkan sumur batu memiliki diameter sekitar 50 hingga 200 sentimeter. Di bagian utara kawasan juga ditemukan altar batu yang dibuat dengan cara dipahat dari batuan dasar.
Temuan-temuan tersebut memperlihatkan bahwa kawasan Gojeng bukan sekadar tempat dengan satu jenis peninggalan.
Ada jejak pemakaman, aktivitas manusia, serta benda-benda yang membantu peneliti membaca kehidupan masyarakat pada masa lampau.
Berkaitan dengan Kerajaan Batu Pake
Selain nilai arkeologisnya, Batu Pake Gojeng juga memiliki kaitan dengan sejarah kerajaan di Sinjai.
Sumber dari Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sinjai menyebut adanya tradisi lisan mengenai Kerajaan Batu Pake. Dalam salah satu versi, kerajaan tersebut didirikan oleh I Baso Batu Pake. Versi lain menyebut La Tenri Lallo Manurungnge ri Wowolonrong sebagai tokoh awal yang kemudian memiliki putra bernama Baso Batu Pake.
Menurut sumber yang sama, Kerajaan Batu Pake kemudian berkembang dan berkaitan dengan munculnya kerajaan-kerajaan lain di wilayah Sinjai, termasuk Bulo-Bulo, Lamatti, dan Tondong yang dikenal sebagai Tellulimpoe.
Karena terdapat beberapa versi mengenai asal-usul Kerajaan Batu Pake, kisah tersebut lebih tepat ditempatkan sebagai bagian dari tradisi sejarah lokal, sementara keberadaan tinggalan arkeologis di Gojeng menjadi bukti material yang dapat diteliti.
Situs Pra-Islam di Tengah Kota Sinjai
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan mencatat Batu Pake Gojeng sebagai situs dengan periodisasi pra-Islam. Lokasinya berada sekitar 61 meter di atas permukaan laut dan kini masuk dalam wilayah perkotaan Sinjai Utara.
Posisi tersebut membuat situs ini menarik.
Di satu sisi, Batu Pake Gojeng menyimpan tinggalan dari masa ketika masyarakat Sinjai belum mengenal Islam. Di sisi lain, kawasan situs sekarang berada tidak jauh dari pusat aktivitas masyarakat.
Sejarah yang sangat tua itu akhirnya berdampingan dengan kota yang terus berkembang.
Pemerintah Kabupaten Sinjai juga memasukkan Taman Purbakala Batu Pake Gojeng dalam daftar objek wisata daerah. Data WebGIS Kabupaten Sinjai mencatat situs tersebut sebagai objek wisata di Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara.
Dari Batu Pahatan ke Sejarah Sinjai
Batu Pake Gojeng menunjukkan bahwa sejarah Sinjai tidak bermula dari periode kerajaan atau masa ketika pemerintahan modern terbentuk.
Jauh sebelumnya, kawasan tersebut telah menjadi ruang aktivitas manusia.
Batu yang dipahat, makam kuno, lumpang, sumur, altar, dan berbagai temuan arkeologis menjadi potongan-potongan yang membantu membaca kehidupan masyarakat masa lampau.
Hari ini, seluruh tinggalan itu berada dalam satu kawasan yang telah berstatus cagar budaya nasional.
Di atas bukit Gojeng, batu-batu pahatan itu tetap menjadi penanda bahwa sebelum Sinjai dikenal sebagai sebuah kabupaten, wilayah tersebut telah memiliki sejarah kehidupan manusia yang panjang.
