ENREKANG — Sejumlah pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Enrekang mendatangi ruang kerja Bupati Enrekang, H. Muhammad Yusuf Ritangnga, Senin (29/6/2026).

Pertemuan itu berlangsung hangat. Namun di balik agenda silaturahmi tersebut, ada dua hal penting yang dibawa para guru kepada orang nomor satu di Enrekang.

Dipimpin Ketua PGRI Enrekang, Erik, S.IP., M.M., rombongan terlebih dahulu menyampaikan harapan agar dunia pendidikan di Kabupaten Enrekang mendapat perhatian yang semakin kuat di tengah tuntutan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Bagi PGRI, pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah dan para pendidik agar berbagai program peningkatan mutu pendidikan benar-benar berdampak di ruang kelas.

Namun bukan hanya itu yang menjadi pembahasan.

Di hadapan bupati, para pengurus juga menyampaikan satu permintaan khusus.

Mereka berharap Bupati Enrekang bersedia melepas secara langsung kontingen PGRI Enrekang yang akan bertolak ke Kabupaten Sidrap untuk mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (PORSENIJAR) PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Kontingen tersebut terdiri atas panitia, pelatih, manajer, atlet, pemain, hingga pendukung yang akan membawa nama Enrekang pada ajang yang mempertemukan para guru dari berbagai kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan.

Permintaan itu bukan tanpa alasan.

Bagi para peserta, kehadiran bupati dinilai dapat menjadi suntikan semangat sebelum mereka bertanding dan mewakili daerah di tingkat provinsi.

Selain itu, dukungan kepala daerah dianggap sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi para guru yang selama ini berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia di Enrekang.

Rencananya, pelepasan kontingen akan dilaksanakan pada Rabu, 1 Juli 2026.

Pertemuan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa hubungan antara PGRI dan Pemerintah Kabupaten Enrekang tidak hanya berbicara soal urusan administrasi pendidikan.

Di baliknya ada semangat membangun kualitas pendidikan, memperkuat solidaritas guru, serta membawa nama Enrekang tampil lebih baik di tingkat provinsi.

Kini perhatian tertuju pada satu pertanyaan: apakah kontingen PGRI Enrekang mampu membawa pulang prestasi dari Sidrap?

Jawabannya akan mulai terungkap ketika para guru itu turun bertanding membawa nama daerah yang mereka banggakan.