Sidrap, katasulsel.com — Dalam politik, lokasi sering kali lebih penting daripada sambutan.

Karena tempat yang dipilih biasanya menyimpan pesan.

Itulah yang membuat kedatangan Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arif Sirajuddin (IAS), ke Sidrap, Jumat (14/8/2026), menarik untuk dibaca lebih jauh.

Pertanyaannya sederhana.

Mengapa Sidrap?

Padahal Golkar memiliki banyak basis suara di Sulawesi Selatan.

Namun untuk agenda silaturahmi, konsolidasi organisasi, dan pendidikan politik, IAS memilih datang ke Bumi Nene Mallomo.

Tentu ini bukan soal geografis semata.

Dalam peta politik Sulsel, Sidrap selalu memiliki posisi khusus.

Daerah ini bukan hanya dikenal sebagai lumbung pangan nasional. Sidrap juga sering menjadi barometer pergerakan politik kawasan Ajatappareng.

Siapa yang kuat di Sidrap, biasanya memiliki pengaruh yang diperhitungkan di wilayah sekitarnya.

Karena itu, ketika IAS berdiri di hadapan ratusan kader Golkar di Sekretariat DPD II Golkar Sidrap, sesungguhnya yang sedang dilakukan bukan sekadar silaturahmi.

Ia sedang merawat basis.

Ia sedang memperkuat fondasi.

Ia sedang memastikan akar pohon beringin tetap kokoh menancap di tanah yang subur secara politik.

Dalam arahannya, IAS berbicara soal kedekatan dengan rakyat, pentingnya kader memahami tugas partai, dan menjaga soliditas organisasi.

Kalimat-kalimat yang terdengar biasa.

Namun di dunia politik, itu adalah kode.

Kode bahwa Golkar ingin tetap menjadi kekuatan utama hingga tingkat desa.

Kode bahwa mesin partai harus tetap hidup, bahkan ketika tidak ada momentum pemilu.

Kode bahwa konsolidasi tidak boleh menunggu tahun politik.

Ketua DPD II Golkar Sidrap, Zulkifli Zain, menyambut pesan itu dengan optimisme.

Baginya, kunjungan IAS bukan sekadar agenda organisasi, melainkan suntikan energi baru bagi kader hingga akar rumput.

Apalagi ratusan kader dari berbagai kecamatan terlihat memadati lokasi kegiatan.

Pemandangan yang menunjukkan bahwa magnet politik Golkar di Sidrap masih bekerja.

Di politik, ada istilah yang sering digunakan para konsultan elektoral:

“Siapa yang menguasai struktur, akan lebih mudah menggerakkan kultur.”

Dan hari itu, yang dilakukan IAS adalah memastikan struktur partainya tetap hidup.

Tetap bergerak.

Tetap menyala.

Mungkin tidak ada deklarasi besar.

Tidak ada manuver mengejutkan.

Tidak ada drama politik.

Tetapi justru di forum seperti inilah partai-partai besar menjaga napas panjangnya.

Karena kemenangan politik tidak dibangun dalam semalam.

Ia dibangun dari konsolidasi kecil yang dilakukan terus-menerus.

Dan kali ini, panggung konsolidasi itu bernama:

Sidrap. (edybasri)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini