Enrekang, Katasulsel.com β€” Kekeringan lebih dulu menghantam lahan pertanian sebelum bantuan pompa air tiba di Kabupaten Enrekang.

Di sejumlah wilayah, terutama Enrekang Utara, tanaman jagung dilaporkan mulai mengering akibat minimnya pasokan air. Sebagian petani bahkan telah mengalami gagal panen karena tanaman tidak mampu bertahan menghadapi kondisi kering.

Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Enrekang akhirnya mendapat tambahan 12 unit pompa air untuk membantu petani menghadapi ancaman kekeringan yang masih berlangsung.

Bantuan itu datang dari dua jalur.

Sebanyak tujuh unit merupakan bantuan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman. Sementara lima unit lainnya diperoleh melalui aspirasi anggota DPR RI Fraksi Gerindra, H. La Tinro La Tunrung.

Bantuan pompa tersebut diserahkan secara simbolis kepada kelompok tani oleh Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga, Jumat (14/8/2026).

Namun, bantuan itu datang ketika sebagian petani sudah lebih dulu merasakan pahitnya gagal panen.

Di Enrekang Utara, kekeringan membuat tanaman jagung di sejumlah lahan mulai layu dan mengering. Bagi petani yang tanamannya sudah rusak, pompa air tentu tidak lagi dapat mengembalikan hasil produksi yang hilang.

Karena itu, bantuan tersebut kini diarahkan untuk menyelamatkan lahan yang masih memiliki peluang dipertahankan sekaligus mencegah dampak kekeringan meluas ke lahan pertanian lainnya.

Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga mengatakan, tujuh pompa yang diberikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggunakan skema pinjam pakai.

Pemanfaatannya akan diprioritaskan bagi kelompok tani yang lahannya terancam kekeringan, terutama yang berada tidak jauh dari sumber air.

β€œJadi Pak Gubernur memberikan bantuan dalam bentuk pinjam pakai. Kita dahulukan kelompok tani yang terancam kekeringan, yang sawahnya tidak jauh dari sumber air,” kata Yusuf saat penyerahan bantuan.

Menurut Yusuf, bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian Gubernur Sulsel terhadap kondisi pertanian di Enrekang.

Sebelumnya, Pemkab Enrekang telah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Sulsel untuk menyampaikan kondisi yang dihadapi petani akibat ancaman kekeringan.

β€œAlhamdulillah, setelah upaya komunikasi dengan Bapak Gubernur, daerah kita juga mendapat perhatian,” ungkapnya.

Selain tujuh unit bantuan dari Gubernur Sulsel, lima pompa lainnya diperoleh melalui aspirasi anggota DPR RI Fraksi Gerindra, H. La Tinro La Tunrung.

Dukungan melalui jalur aspirasi tersebut menambah peralatan yang dapat digunakan pemerintah daerah untuk membantu petani menghadapi kondisi kekeringan.

Bagi La Tinro, bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperjuangkan kebutuhan masyarakat di daerah melalui jalur parlemen.

Kondisi pertanian Enrekang memang menghadapi tantangan serius ketika pasokan air berkurang.

Tanaman jagung menjadi salah satu komoditas yang terdampak. Di sejumlah wilayah Enrekang Utara, tanaman yang sebelumnya tumbuh normal mulai kehilangan daya tahan akibat kekurangan air.

Petani yang telah mengeluarkan biaya untuk benih, pupuk, tenaga dan perawatan harus menghadapi risiko kehilangan hasil ketika tanaman tidak mampu bertahan hingga masa panen.

Situasi tersebut membuat kecepatan penanganan menjadi sangat penting.

Pompa air menjadi salah satu solusi untuk lahan yang memiliki sumber air di sekitar area pertanian. Namun, tidak semua lahan dapat langsung ditangani dengan cara yang sama.

Karena itu, Pemkab Enrekang perlu menentukan skala prioritas berdasarkan tingkat ancaman kekeringan, kondisi tanaman, ketersediaan sumber air dan potensi kerugian petani.

Bantuan yang datang saat ini diharapkan tidak hanya digunakan untuk menangani kondisi yang sudah terjadi, tetapi juga menjadi bagian dari langkah antisipasi agar kerusakan lahan pertanian tidak semakin meluas.

Yusuf mengatakan, pemerintah akan mendahulukan kelompok tani yang benar-benar membutuhkan dan memenuhi kriteria pemanfaatan pompa.

Dengan skema pinjam pakai, alat tersebut diharapkan dapat digunakan secara bergiliran dan memberikan manfaat kepada lebih banyak petani.

Di sisi lain, kondisi yang dialami petani Enrekang Utara menjadi catatan penting bahwa penanganan kekeringan membutuhkan langkah yang cepat dan terukur.

Bantuan pompa tetap menjadi kabar baik bagi petani yang tanamannya masih bisa diselamatkan. Tetapi bagi mereka yang sudah gagal panen, persoalannya jauh lebih berat karena kerugian sudah berada di depan mata.

Karena itu, selain bantuan sarana pengairan, petani terdampak membutuhkan perhatian lanjutan dari pemerintah.

Mulai dari pendataan lahan yang mengalami gagal panen, pemetaan wilayah rawan kekeringan, hingga kemungkinan dukungan bagi petani yang mengalami kerugian akibat kondisi cuaca ekstrem.

Kolaborasi antara Pemkab Enrekang, Pemprov Sulsel dan wakil rakyat di tingkat pusat pun menjadi penting agar persoalan kekeringan tidak hanya ditangani ketika dampaknya sudah terjadi.

Tujuh pompa dari Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan lima unit melalui aspirasi H. La Tinro La Tunrung kini menjadi bagian dari ikhtiar tersebut.

Bagi petani Enrekang, harapannya sederhana: tanaman yang masih hidup bisa diselamatkan, sementara kekeringan tidak kembali memaksa mereka kehilangan hasil panen.

Sebab, ketika air terlambat datang, yang hilang bukan hanya tanaman. Ada biaya produksi, waktu, tenaga, dan harapan petani yang ikut mengering di lahan mereka. (FungFi)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Enrekang Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Enrekang hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Enrekang terbaru di sini