Sidrap, katasulsel.com — Ada yang menarik dalam kunjungan Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), ke Sidrap, Jumat (14/8/2026).
Bukan hanya soal konsolidasi partai.
Bukan pula pidato politik yang membakar semangat kader.
Tetapi sebuah potongan pakaian kuning.
Ya, rompi kuning itu dikenakan oleh Mahmud Yusuf.
Publik Sidrap tentu tidak asing dengan nama tersebut. Ia pernah menjadi Wakil Bupati Sidrap dan selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu tokoh yang identik dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Namun siang itu, Mahmud tampak duduk bersama kader Golkar.
Berbaur.
Tersenyum.
Dan yang paling mencuri perhatian: mengenakan atribut kuning khas Partai Golkar.
Dalam politik, warna sering kali lebih lantang daripada kata-kata.
Dan warna kuning yang dikenakan Mahmud langsung menjadi bahan perbincangan di kalangan kader maupun tamu yang hadir.
Saat ditanya wartawan, Mahmud tidak berputar-putar.
Ia menyatakan siap bergabung dengan partai berlambang pohon beringin tersebut.
Tentang PKS?
“Itu masa lalu,” jawabnya singkat.
Kalimat pendek.
Tetapi gaung politiknya cukup panjang.
Apalagi momentum itu terjadi di tengah kunjungan IAS yang sedang melakukan roadshow pasca terpilih sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel.
Kedatangan IAS ke Sidrap sendiri sejatinya bertujuan memperkuat konsolidasi internal partai.
Didampingi sejumlah pengurus DPD I Golkar Sulsel, IAS disambut langsung Ketua DPD II Golkar Sidrap Zulkifli Zain bersama jajaran pengurus lainnya di Sekretariat Golkar Sidrap, Pangkajene.
Di hadapan kader, dan simpatisan, IAS berbicara tentang satu hal yang cukup sensitif bagi kader Golkar Sidrap:
kejayaan masa lalu.
Ia mengingatkan bahwa Golkar pernah menjadi kekuatan politik yang sangat dominan di daerah ini.
Karena itu, ia menantang seluruh kader untuk mengembalikan posisi tersebut.
“Saya tahu Golkar Sidrap pernah besar dan disegani. Saya datang untuk memberi support agar masa keemasan itu bisa kembali,” ujar IAS.
Pernyataan itu langsung disambut tepuk tangan kader.
Sebab di politik, nostalgia sering kali menjadi bahan bakar untuk membangun optimisme.
IAS juga menekankan pentingnya soliditas internal.
Baginya, partai besar tidak dibangun oleh satu figur, melainkan oleh kekompakan seluruh struktur hingga akar rumput.
Sementara itu, Ketua Golkar Sidrap Zulkifli Zain menyampaikan apresiasi atas kunjungan IAS dan rombongan.
Ia memastikan seluruh jajaran Golkar Sidrap siap bekerja lebih keras membesarkan partai.
Namun harus diakui, di tengah agenda konsolidasi yang berlangsung khidmat itu, perhatian publik tampaknya tertuju pada satu pemandangan.
Mahmud Yusuf dengan jaket kuningnya.
Karena dalam politik, perpindahan seorang tokoh bukan sekadar perpindahan warna.
Sering kali itu adalah pertanda bahwa peta sedang bergerak.
Dan Sidrap, sekali lagi, sedang menyaksikan pergerakan itu dari jarak yang sangat dekat. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
