Makassar, Katasulsel.com — Tujuh orang resmi naik ke jenjang jabatan fungsional di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan.

Namun, pelantikan yang berlangsung di Aula Pancasila Kanwil Kemenkum Sulsel, Senin (28/9), bukan sekadar tentang siapa yang mendapatkan jabatan baru.

Ada pesan yang justru lebih menarik dari seremoni tersebut.

Kepala Kanwil Kemenkum Sulsel, Andi Basmal, mengingatkan bahwa kenaikan jabatan harus dibayar dengan peningkatan tanggung jawab, kualitas kerja dan integritas.

ā€œJabatan bukanlah sekadar peningkatan status, tetapi merupakan amanah untuk memberikan kontribusi yang lebih besar kepada organisasi dan masyarakat,ā€ ujar Andi Basmal.

Pesan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa setelah pelantikan, ukuran keberhasilan bukan lagi sekadar menyelesaikan pekerjaan administratif.

Yang ditunggu adalah dampaknya.

Andi Basmal meminta para pejabat yang baru dilantik mampu menunjukkan kinerja yang terukur, profesional, adaptif serta memberikan nilai tambah bagi organisasi dan masyarakat.

Artinya, semakin tinggi jenjang jabatan, semakin besar pula tuntutan yang melekat.

Bukan hanya bekerja sesuai rutinitas, tetapi dituntut mampu membaca kebutuhan, mencari solusi dan menghasilkan pekerjaan yang benar-benar terasa manfaatnya.

ā€œJangan menjadikan jabatan sebagai tujuan akhir, tetapi jadikan jabatan sebagai ruang untuk memberikan pengabdian dan menghasilkan manfaat yang nyata,ā€ tegasnya.

Di balik pesan soal kinerja, ada satu kata yang mendapat perhatian khusus: integritas.

Andi Basmal mengingatkan agar pejabat tidak menyalahgunakan kewenangan maupun terjebak dalam konflik kepentingan.

Setiap keputusan dan rekomendasi harus dibuat secara profesional, objektif, berdasarkan data serta sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Hal itu dinilai penting karena ekspektasi masyarakat terhadap birokrasi terus berubah.

Pelayanan pemerintah kini dituntut lebih cepat, mudah, transparan, profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, para pejabat baru juga didorong untuk memperkuat kompetensi, inovasi, pemanfaatan teknologi dan kemampuan berkolaborasi.

Dengan demikian, pelantikan tujuh pejabat tersebut bukan menjadi garis akhir dari sebuah proses karier.

Justru sebaliknya, pelantikan menjadi awal dari pembuktian.

Siapa mereka dan apa saja jabatan yang kini mereka emban?

Tujuh pejabat yang dilantik yakni Andi Rahmat sebagai Analis SDM Ahli Madya; Dedy Ardianto Burhan sebagai Analis Hukum Ahli Madya; Arman S sebagai Analis Kerja Sama Ahli Muda; Sulastri Syarief sebagai Analis SDM Ahli Muda; Wahyuddin Ardianto Machpudj sebagai Penyuluh Hukum Ahli Madya; Sri Rugaya sebagai Perancang Peraturan Perundang-undangan Ahli Muda; serta Hikma Amir sebagai Perencana Ahli Muda.

Andi Basmal juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga para pejabat yang selama ini memberikan dukungan.

Sebab di balik sebuah jabatan, ada tanggung jawab yang tidak hanya melekat pada individu, tetapi juga membawa nama institusi.

Kini, tujuh nama tersebut telah resmi menyandang amanah baru.

Tantangannya tinggal satu: membuktikan bahwa kenaikan jabatan bukan sekadar perubahan nama dan jenjang, tetapi benar-benar diikuti peningkatan kualitas kerja dan manfaat bagi masyarakat. (*)