Soppeng, Katasulsel.com — Di tengah pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan air bersih, Kabupaten Soppeng mulai memetakan langkah jangka panjang untuk memastikan kran air masyarakat tidak kering di masa depan.

Isu tersebut menjadi fokus utama dalam Sidang Komisi dan Sidang Pleno Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai Walanae-Cenranae yang diikuti 36 anggota dari unsur pemerintah dan non-pemerintah.

Forum ini tidak hanya membahas kondisi sumber daya air saat ini, tetapi juga merumuskan strategi pemenuhan kebutuhan air baku yang menjadi fondasi utama penyediaan air bersih bagi masyarakat Soppeng.

Air baku selama ini sering luput dari perhatian publik. Padahal, tanpa ketersediaan air baku yang memadai, layanan air bersih rumah tangga, fasilitas kesehatan, sekolah hingga sektor pertanian berpotensi menghadapi berbagai kendala di masa mendatang.

Dalam forum tersebut, sejumlah ahli dan pemangku kebijakan memaparkan kondisi eksisting serta tantangan yang dihadapi daerah. Hadir sebagai narasumber antara lain Dr. Dina Noviadriana dari Direktorat Air Tanah dan Air Baku Kementerian Pekerjaan Umum, Kepala SNVT Air Tanah dan Air Baku BBWS Pompengan Jeneberang Dwi Cahyo Ramadhani Aristianto, serta Kabid SDA Dinas PUPR Kabupaten Soppeng A. Muhammad Mukmal.

Pembahasan tidak hanya berlangsung di ruang sidang. Para peserta juga melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung kondisi sumber daya air yang menjadi penopang kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

Menariknya, forum ini turut melibatkan unsur non-pemerintah. Kehadiran akademisi, pemerhati lingkungan, dan berbagai elemen masyarakat dinilai penting agar kebijakan yang dihasilkan tidak hanya berorientasi pada aspek teknis, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan riil masyarakat.

Di sisi lain, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan air di kawasan Walanae-Cenranae melalui sejumlah proyek strategis.

Program yang sedang dan akan didorong meliputi pembangunan Bendung Walimpong, pengendalian banjir Sungai Walanae, revitalisasi Danau Tempe, pembangunan sarana air baku, hingga perencanaan bangunan pengendali sedimentasi.

Langkah tersebut dinilai penting karena persoalan air bukan lagi sekadar urusan hari ini, melainkan kebutuhan generasi mendatang. Dengan pengelolaan yang tepat, Soppeng diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakatnya, tetapi juga memperkuat ketahanan air di kawasan Walanae-Cenranae yang menjadi salah satu penyangga kehidupan di Sulawesi Selatan.

Rekomendasi yang lahir dari Sidang TKPSDA ini nantinya diharapkan menjadi pijakan bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan ketersediaan air tetap terjaga, baik untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian, maupun pembangunan daerah di masa depan. (*)