Sinjai, Katasulsel.com – Di tengah suasana peringatan Hari Bhayangkara ke-80, ada satu nama anggota polisi yang mendadak menjadi perbincangan di lingkungan Polres Sinjai.

Namanya Aipda Andi Mapparumpa.

Bagi sebagian warga Sinjai, sosok polisi yang akrab disapa “Polisi Gonrong” itu memang tidak asing. Namun pada momentum Hari Bhayangkara tahun ini, namanya kembali mencuat setelah prestasi tim yang dipimpinnya diumumkan secara resmi di hadapan peserta upacara.

Tak tanggung-tanggung, tim yang dipimpin Aipda Andi Mapparumpa disebut berhasil mengungkap 17 kasus kriminal dalam periode penanganan terakhir.

Rinciannya terdiri dari 5 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan 12 kasus pencurian ternak, dua jenis kejahatan yang cukup sering menjadi perhatian masyarakat di wilayah Sinjai.

Prestasi tersebut menjadi salah satu alasan dirinya bersama sejumlah personel lainnya menerima penghargaan langsung dari Kapolres Sinjai, AKBP Jamal Fathur Rakhman, saat upacara Hari Bhayangkara ke-80, Rabu (1/7/2026).

Dalam kesempatan itu, sebanyak 14 personel terbaik menerima penghargaan atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Selain tim Aipda Andi Mapparumpa, penghargaan juga diberikan kepada personel yang berhasil mengungkap kasus narkotika hingga anggota Bhabinkamtibmas yang sukses menjalankan program ketahanan pangan berbasis masyarakat.

Kapolres Sinjai menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk seremoni tahunan, melainkan apresiasi atas kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa dedikasi dan kerja keras anggota di lapangan memberikan hasil yang nyata,” ujarnya.

Bagi warga Sinjai, keberhasilan pengungkapan kasus-kasus kriminal tersebut tentu menjadi kabar yang memberi rasa aman.

Sementara bagi Aipda Andi Mapparumpa dan timnya, penghargaan yang diterima pada Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengakuan atas kerja panjang yang selama ini lebih banyak berlangsung jauh dari sorotan publik.

Hari itu, nama “Polisi Gonrong” bukan hanya disebut dalam daftar penerima penghargaan.

Namanya ikut menjadi simbol bahwa kerja senyap aparat di lapangan terkadang menyimpan cerita besar yang baru diketahui publik ketika hasilnya benar-benar terlihat.