Barru, katasulsel.com — Sebuah inovasi menarik mulai diuji di lahan pertanian Kelurahan Lalolang, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru. Jika selama ini petani identik dengan pompa berbahan bakar minyak atau listrik konvensional, kini mereka mulai memanfaatkan energi matahari untuk mengairi sawah dan kebun.

Teknologi tersebut hadir melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan Institut Teknologi dan Bisnis Administrasi (ITBA) Al Gazali Barru.

Dalam program tersebut, tim pelaksana menyerahkan dua unit sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Off-Grid berkapasitas 1.000 watt yang terintegrasi dengan pompa celup untuk mendukung kebutuhan irigasi pertanian kelompok tani di Kelurahan Lalolang.

Menariknya, teknologi ini tidak membutuhkan bahan bakar minyak untuk beroperasi. Energi matahari menjadi sumber utama yang menggerakkan pompa air guna mengalirkan kebutuhan air ke lahan pertanian.

Program yang dipimpin oleh Dr. A. Pananrangi bersama tim dosen ITBA Al Gazali Barru itu menggandeng Kelompok Tani Bintang Sejahtera dan Kelompok Tani Berkah Melon sebagai mitra penerima manfaat.

Sebelum alat dipasang, para petani terlebih dahulu mendapatkan pelatihan mengenai cara kerja panel surya, pengoperasian pompa air, hingga manfaat penggunaan energi terbarukan dalam sektor pertanian.

Menurut Dr. A. Pananrangi, pemanfaatan PLTS Off-Grid menjadi solusi yang dapat membantu petani mengurangi biaya operasional sekaligus meningkatkan efisiensi pengairan lahan.

“Melalui program ini kami ingin memperkenalkan teknologi yang ramah lingkungan, hemat biaya operasional, dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh kelompok tani,” ujarnya.

Setelah penyerahan bantuan, tim langsung melakukan demonstrasi dan uji coba di area persawahan milik petani.

Hasilnya cukup menjanjikan.

Pompa berbasis tenaga surya tersebut mampu menyuplai air dengan kapasitas yang dinilai memadai untuk mendukung pengairan lahan pertanian hingga sekitar 2,5 hektare.

Bagi para petani, keberadaan teknologi ini menjadi harapan baru, terutama saat musim kemarau ketika kebutuhan air meningkat sementara biaya operasional pompa konvensional ikut membengkak.

Ketua Kelompok Tani Bintang Sejahtera, Amin Arifin, menyebut bantuan tersebut sangat membantu petani dalam mengatasi salah satu persoalan utama di lapangan, yakni ketersediaan air untuk irigasi.

Sementara Ketua Kelompok Tani Berkah Melon, Adrian Hidayat, berharap teknologi serupa dapat diperluas sehingga semakin banyak petani yang merasakan manfaat energi terbarukan.

Melalui program ini, ITBA Al Gazali Barru tidak hanya menghadirkan inovasi teknologi ke tengah masyarakat, tetapi juga memperlihatkan bagaimana energi matahari dapat menjadi solusi nyata bagi sektor pertanian.

Jika teknologi ini berhasil diterapkan secara berkelanjutan, bukan tidak mungkin model pertanian berbasis energi surya akan menjadi wajah baru pertanian modern di Kabupaten Barru. (*)