Barru, Katasulsel.com– Ketika banyak daerah mengeluhkan dampak efisiensi anggaran pemerintah pusat, Kabupaten Barru justru menunjukkan cerita yang berbeda.
Di hadapan ratusan warga Kecamatan Mallusetasi, Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Teguh Iswara Suardi, membeberkan sederet program yang telah direalisasikan untuk masyarakat Barru. Angkanya tidak kecil. Hampir 1.000 unit rumah tidak layak huni telah dibedah, disertai pembangunan 150 titik lampu jalan dan 440 unit bantuan toilet bagi masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Teguh saat melaksanakan reses di Gedung Serbaguna PKG Mallusetasi, Rabu (29/7/2026).
Bagi banyak warga, capaian tersebut menjadi bukti bahwa Barru masih mampu menarik program pusat meski kondisi fiskal nasional sedang diperketat.
“Meski pemerintah sedang melakukan efisiensi, berbagai program tetap bisa kami hadirkan untuk Barru,” ujar Teguh.
Fakta ini menarik. Sebab, dalam beberapa bulan terakhir isu penghematan anggaran menjadi perbincangan di berbagai daerah. Banyak program yang mengalami penyesuaian, bahkan ditunda. Namun di Barru, aliran bantuan justru tetap berjalan.
Teguh menilai hal itu tidak lepas dari kuatnya dukungan masyarakat Barru pada Pemilu lalu. Dengan dukungan lebih dari 70 persen suara, ia mengaku memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan daerah tersebut terus mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat.
Sebagai anggota Komisi V DPR RI, ruang gerak Teguh memang cukup luas. Komisi ini bermitra dengan Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Desa, hingga sektor perkeretaapian nasional.
Karena itu, selain memperjuangkan program perumahan dan infrastruktur dasar, Teguh juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong percepatan pembangunan jalur kereta api Sulawesi Selatan yang selama ini dianggap dapat membuka konektivitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan.
Di tengah penyampaian capaian program, satu kalimat Teguh cukup menarik perhatian warga. Ia mengaku memiliki harapan besar agar suatu saat tidak ada lagi rumah tidak layak huni di Kabupaten Barru.
Target itu memang terdengar ambisius. Namun dengan jumlah bedah rumah yang sudah mendekati seribu unit, langkah menuju sasaran tersebut mulai terlihat.
Apa yang disampaikan Teguh kemudian diperkuat oleh Ketua DPD NasDem Barru, Suardi Saleh. Menurutnya, masyarakat sudah bisa melihat langsung hasil kerja yang selama ini diperjuangkan di tingkat pusat.
“Hampir seribu unit bedah rumah sudah direalisasikan. Ditambah bantuan toilet dan lampu jalan yang manfaatnya sudah dirasakan masyarakat,” kata Suardi.
Namun forum reses tidak hanya diisi laporan capaian. Warga memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan berbagai persoalan yang masih mereka hadapi.
Ketua BPD Desa Manuba, Awaluddin, meminta perhatian terhadap kondisi jalan dan jembatan yang membutuhkan perbaikan. Ia juga mengusulkan bantuan kepesertaan BPJS bagi masyarakat yang belum terjangkau.
Dari Desa Kupa, warga menginginkan pelatihan keterampilan untuk kaum ibu, mulai dari menjahit, membuat kue hingga pengolahan makanan agar mampu meningkatkan pendapatan keluarga.
Sementara dari Kelurahan Mallawa, warga menyampaikan kekhawatiran yang lebih mendesak. Abrasi pantai mulai mengancam kawasan permukiman sehingga mereka meminta pembangunan tanggul penahan ombak. Selain itu, masyarakat juga berharap adanya tambahan kuota Program Indonesia Pintar (PIP) bagi pelajar dari keluarga kurang mampu.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Teguh tidak serta-merta menjanjikan semuanya bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Ia menjelaskan sebagian usulan berada di luar kewenangan Komisi V DPR RI. Meski demikian, seluruh aspirasi akan diteruskan dan dikoordinasikan dengan kementerian maupun komisi terkait.
Sikap itu menunjukkan satu hal. Bagi masyarakat Barru, reses bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Forum tersebut menjadi ruang untuk mengukur sejauh mana suara rakyat benar-benar sampai ke pusat kekuasaan.
Dan setidaknya hingga pertengahan masa jabatan ini, masyarakat Barru telah melihat sebagian hasilnya. Di tengah isu efisiensi yang menghantui banyak daerah, Barru justru menjadi salah satu wilayah yang masih berhasil membawa pulang berbagai program pembangunan dari Jakarta. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Barru Hari Ini .
